Gangs of New York : Kisah Kelam New York Di Masa Lalu

Martin Scorsese diakui dunia berkat karya – karyanya yang fenomenal, mulai dari Taxi Driver, Raging Bull atau Mean Streets. Ciri dari sebagian besar karyanya adalah kekerasan. Untuk yang satu ini, Scorsese memang tak segan mengumbarnya secara vulgar. Demi alasan realisme bisa jadi. Tapi tak semua orang memang menyukai karya – karyanya yang bersimbah darah, penuh … Baca lebih lanjut

From Dusk Till Dawn : Habis Gelap, Terbitlah Terang

Awalnya, film dibuat untuk mendokumentasikan sebuah realitas untuk dapat dimaknai sebagian besar orang. Ini dijalani pada paruh awal perkembangan film di dunia. Dalam pertumbuhannya, terdapat pergeseran makna dalam meaknai film. Ketika film telah menjadi bagian dari industri raksasa yang mampu menjadi mesin pencetak uang, maka ketika itu pula film diterjemahkan sebagai bagian dari upaya untuk … Baca lebih lanjut

Disturbia : Bebas Tapi Terkungkung

Bebas tapi terkungkung. Bagaimana memaknai kalimat ini ? Coba tanyakan pada perempuan Vietnam bernama Duong Thu Huong. Lebih dari 10 tahun silam, ia pernah merasakan dinginnya tembok sel penjara. Tapi siapa sangka, ketika dirinya berada dalam kungkungan, is justru merakan pikirannya bebas mengembara. Lewat banyak tulisannya, ia selalu menggaungkan kebebasan yang tak dibatasi oleh ruang. … Baca lebih lanjut

Daybreakers : From Australia With Blood

Invasi dari Australia rupanya belum berakhir. Setelah era bintang seperti Mel Gibson hingga Nicole Kidman menjajah Hollywood hingga yang teranyar ketika Peter Jackson menyentakkan dunia dengan trilogi Lord of the Rings, kini datang generasi baru filmmaker asal negeri kangguru. Mereka adalah The Spierig Brothers yang terdiri atas Michael dan Peter. Sebagai The Spierig Brothers, mereka … Baca lebih lanjut

Unstoppable : Demi Waktu Dan Kereta Yang Terus Melaju

Menonton (terlalu) banyak film sungguh mungkin menjadi benalu. Ketika penonton biasa menikmati sebuah film sepenuh hati, kita malah cenderung menatap layar tanpa ekspresi lantaran sudah pernah menyaksikan formula yang (hampir) sama di film lain atau malah pada karya sebelumnya dari sang sutradara. Apa boleh buat, pecandu film kelas berat dengan segambreng referensinya hanya bisa tersentuh … Baca lebih lanjut

Collateral : Harmoni Padu Tiga Karakter

Di usia yang menjelang senja, sejumlah aktor dan aktris papan atas memutuskan menggiring karirnya setingkat lebih tinggi. Bagi bintang sekelas Jim Carrey dan Julia Roberts, honor selangit tak lagi menjadi yang utama. Mereka hanya perlu diberi peran yang dengan citarasa yang “beda”. Maka Carrey yang terlanjur dicap sebagai manusia hiperkinetik dan bermuka karet dalam sejumlah … Baca lebih lanjut

Monsters : Terkoneksi Diantara Serbuan Monster

Film Indonesia belakangan diserbu dengan film berbiaya murah. Genre horor dan komedi dewasa yang menjajal mekanisme produksi dengan formula itu. Sayangnya memang film murah disini hampir selalu sinonim dengan “film asal jadi”. Tak peduli bagaimana ceritanya, meski sama sekali tak masuk akal, yang penting murah. Hasilnya ya begitulah. Pada akhirnya pun penonton pasrah melihat jenis … Baca lebih lanjut

Green Zone : Perang Untuk Siapa?

Perang di berbagai belahan dunia selalu menarik perhatian. Ribuan jiwa selalu jadi korban, harta tak terkira akan terkuras. Di sisi lain, kadang-kadang mereka yang bertarung di medan perang tak mengerti bahwa sebenarnya mereka berperang untuk siapa. Lebih mendalam lagi, berperang untuk apa? Seperti Roy Miller (Matt Damon) yang awalnya diterjunkan ke Irak tanpa pretensi. Ia … Baca lebih lanjut

The Imaginarium of Doctor Parnassus : Imajinatif Tapi Tak Sederhana

Perkembangan teknologi kini berada di tahap dimana segala sesuatu bisa dibuat. Hampir apapun. Dunia film pun merasakan berkah dari kemajuan teknologi yang luar biasa dalam satu dekade terakhir. Maka kita tercengang, terkagum-kagum dan tercekat melihat visualisasi dahsyat dari Avatar. Mungkin tak terlalu khayali, namun teknologinya membuat kita harus memberikan keplokan meriah atas usaha keras James … Baca lebih lanjut

Inglourious Basterds : Nazi, Tarantino & Waltz

Siapa bilang belajar film yang benar hanya bisa dari sekolah film? Quentin Tarantino justru belajar dari ratusan film yang ditontonnya ketika masih jadi pegawai di sebuah rental video. Dan tak ada yang meragukan kualitasnya sebagai sutradara garda terdepan Hollywood saat ini. The Film Club adalah sebuah buku yang unik. Memoar yang ditulis David Gilmour (seorang … Baca lebih lanjut