Eternal Summer : Persahabatan, Cinta Segitiga dan Homoseksualitas

Dunia makin permisif dengan berbagai hal. Kemunafikan pun ditentang, sehingga yang dulunya aib kini terang benderang. Pun persoalan homoseksualitas yang dulu selalu disembunyikan ibarat penyakit menular, kini mulai berani diperlihatkan. Berbagai media mulai rajin membahas preferensi seksual dari sudut pandang umum hingga masuk ke lini pisikologis. Dalam film, problema homoseksualitas yang dulu hanya sekedar bumbu, kini diracik sebagai menu utama. Setelah sukses Brokeback Mountain yang menyentuh hati, dari Asia kini ada Eternal Summer yang tak kalah menggetarkan. Bahkan dalam beberapa sisi, film garapan Leste Chen ini terasa lebih emosional.

Jika Brokeback Mountain menyoroti kisah dua lelaki kesepian di tengah hamparan gunung, maka Eternal Summer memberi porsi besar untuk mengamati perlahan namun pastinya cinta yang menghampiri dari persahabatan yang telah terjalin sejak dini.

Pagi itu seperti biasanya. Di sebuah kota kecil di utara Taiwan, murid-murid sebuah SD tengah bersiap untuk belajar. Tiba-tiba seorang gadis clik masuk dan diperkenalkan sebagai murid baru. Ia ditempatkan tepat di belakang Yu Shou-heng. Tiba-tiba Yu mengambil gunting dan srettttt, rambut gadis itu diguntingnya sedikit. Perbuatan itu sempat dihalau oleh Kang Cheng-hsing, teman sebangkunya, namun Yu lebih gesit. Perbuatan itu berujung pada dihukumnya Yu, juga ”dihukumnya” Kang agar dapat menjadi teman bagi rekannya yang usil dan nakal itu.

Film lantas maju beberapa tahun setelahnya. Keduanya telah beranjak dewasa. Namun tak ada yang berubah dari persahabatan Yu (Joseph Chang) dan Kang (Bryant Chang). Secara rutin Yu menjemput Kang di rumahnya sebelum berangkat ke sekolah dan juga pulang bersama-sama. Hingga seorang perempuan masuk ke dalam kehidupan mereka. Hui-chia (Kate Yeung) tertarik pada Yu. Suatu ketika, keduanya bolos ke Taiwan dan check-in di sebuah motel. Ciuman terjadi namun interupsi dilakukan oleh Yu. Hui kaget dan gusar. Pelan-pelan tahulah Hui bahwa lelaki yang disukainya itu kemungkinan tak menyukai perempuan. Rahasia itu disimpannya rapat-rapat sehingga kehidupan mereka berjalan normal kembali. Hingga suatu ketika Kang bertemu dengan Hui dan jatuh cinta. Cinta segitiga diantara sepasang sahabat saja sudah sulit, apalagi skrip yang ditulis oleh Cheng-Ping Hsu itu juga mengolah soal homoseksualitas didalamnya. Dan disinilah Eternal Summer memainkan peranannya.

Yang menarik karena film ini dituturkan dengan tone yang perlahan, tak terburu-buru juga terasa emosional. Sisi itu dieksplorasi secara maksimal tak hanya lewat aspek cerita, namun juga dari karakterisasi, sinematografi hingga musik yang mengalun tenang sepanjang film. Eternal Summer bisa jadi terasa lambat bagi sebagian pecinta film, namun jelas sekali bahwa film itu dibuat dengan baik. Pondasi ceritanya memang sudah meyakinkan sehingga tak ada masalah sama sekali dengan plot-nya. Semuanya meyakinkan dan dengan gampang membuat penonton bisa merasakan keresahan demi keresahan yang dirasakan oleh tiga karakter utamanya.

Film yang baik juga memungkinkan penonton melihat perkembangan karakter demi karakter. Dan Eternal Summer mempunyai itu, dan di tangan Chan, ketiga aktor bermain meyakinkan. Chan juga cerdik memilih Joseph Chang yang punya karakter wajah maskulin yang dikontraskan dengan Bryant Chang dengan garis wajah yang lembut. Dan penggambaran Chan sungguh pas. Sosok gay disini tak stereotype, seperti pada banyak film yang menjadikan tokoh homoseksual sebagai pelengkap penderita.

Perkembangan karakter Kang dengan segala kegelisahannya akan identitas dirinya tercermin melalui gerak dan sikap, tak melalui kata-kata. Dan refleksi itu bisa ditangkap dengan tepat oleh Eternal Summer dan faktor inilah yang menjadi poin paling kuat dan membuat penonton heteroseksual tak merasa jengah menonton film ini. Tonton dan buktikan sendiri!

ETERNAL SUMMER

Director : Leste Chen
Cast : Bryant Chang, Joseph Chang, Kate Yeung
Script Writer : Cheng-Ping Hsu

Iklan
Comments
One Response to “Eternal Summer : Persahabatan, Cinta Segitiga dan Homoseksualitas”
  1. Ichi berkata:

    Seru
    Aq udah nntn pelm ini berkalikali tapi ga bosen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: