Daybreakers : From Australia With Blood

Invasi dari Australia rupanya belum berakhir. Setelah era bintang seperti Mel Gibson hingga Nicole Kidman menjajah Hollywood hingga yang teranyar ketika Peter Jackson menyentakkan dunia dengan trilogi Lord of the Rings, kini datang generasi baru filmmaker asal negeri kangguru. Mereka adalah The Spierig Brothers yang terdiri atas Michael dan Peter.

Sebagai The Spierig Brothers, mereka membuat kagum penonton dunia dengan debut yang mengesankan berjudul Undead. Berkisah tentang sejumlah manusia yang bertahan hidup di tengah serbuan zombie. Aksi menegangkan dipadu dengan kecekatan penyutradaraan membuat film tersebut beroleh keplokan meriah dari kritikus. Bahkan dianggap menjadi salah satu film Australia paling menarik sepanjang masa yang membahas seputar zombie. Gelar dari festival prestisius seperti Sitges-Catalonian International Film Festival hingga Melbourne International Film Festival pun berada di genggaman.

Sepak terjang The Spierig Brothers menjadi patut dicermati karena pilihan mereka yang membesut film bertema zombie dengan gaya old school. Dan mereka cerdik menjaga kemasan tersebut dengan tidak sekedar bergaya namun juga menjadi kuat berkat perpaduan cerita menarik, akting nan cemerlang dan penyutradaraan yang solid. Dalam Daybreakers, mereka juga memilih tema yang tak jauh dari zombie. Kali ini fokus sedikit beralih ke vampir. Tentu saja vampir disini tak digambarkan seganteng dan seromantis Edward Cullen ala Twilight. Namun vampir yang tak ubahnya manusia normal. Mereka melakukan aktifitas sehari-hari, bekerja, punya rumah yang nyaman dan punya keluarga.

Daybreakers berangkat dari premis yang menggetarkan. Apa jadinya jika di masa depan ternyata vampir menguasai dunia dan manusia menjadi minoritas? Ini yang dijual dan dipegang betul oleh The Spierig Brothers. Dengan efektif sejak awal cerita bergulir, ia sudah menggiring penonton demi memahami persoalan itu. Darah manusia yang menjadi energi bagi vampir semakin menipis. Sudah tak mampu menyuplai seluruh kebutuhan. Edward Dalton (Ethan Hawke) yang bertugas meriset sumber baru demi mengatasi problem tersebut juga tak bisa berkutik. Karakter yang menjadi pendorong cerita ini sesungguhnya punya kompleksitas. Ia digambarkan bahkan tak mau minum darah manusia. Maka ia terdorong mencari cara lain daripada harus berburu manusia yang hampir punah.

Untungnya ia bertemu Audrey (Claudia Karvan) dan Lionel a.k.a Elvis (Willem Dafoe). Keduanya mengaku punya cara jitu untuk mengatasi persoalan yang dialami Dalton. Diawali dengan pertemuan tak sengaja, lantas kecurigaan yang berbuah kepercayaan satu sama lain dan berujung pada Edward yang akhirnya bisa berubah menjadi manusia normal kembali. Inilah yang membuat Daybreakers menjadi berbeda dari film bertema vampir kebanyakan. Meski masih ada elemen stereotype seperti busur dan panah untuk membidik vampir ataupun terapi sinar matahari yang mampu meluluhlantakkan vampir hingga tak berbekas namun karya kedua The Spierig Brothers menjadi menyegarkan di tengah beragam pengulangan demi pengulangan dari beragam genre yang kita simak di layar bioskop setiap hari.

Daybreakers menjadi bukti bahwa materi menarik ketika berada di tangan yang tepat bisa menjadi ”sesuatu”. Dan ini memang materi The Spierig Brothers yang menulis sendiri skenarionya. Mereka mengolahnya dengan matang, dengan selipan aksi disana-sini, dengan pengembangan karakter yang logis plus ketegangan yang terjaga. Diluar stereotype yang dipunyainya (mungkin karena The Spierig Brothers memang tak bisa menghindar dari itu), kelemahan terbesar justru ada pada departemen akting. Hawke yang cemerlang dalam dwilogi Before Sunset/Sunrise seperti malas mengolah tubuh. Padahal karakternya sungguh asyik buat dieksplorasi. Akibatnya ketika berhadapan dengan aktor senior seperti Dafoe, maka aura Hawke dilibas oleh kharisma Dafoe. Berbeda dengan Hawke, Dafoe malah terlihat seperti menikmati betul perannya kali ini. Ia rileks dan memain-mainkan karakternya dengan lentur.

Dengan Undead dan Daybreakers, selayaknya Hollywood harus kembali waspada dengan invasi dari Australia. Karena kali ini mereka datang dengan darah ………

DAYBREAKERS

Director : The Spierig Brothers
Cast : Ethan Hawke, Willem Dafoe, Claudia Karvan
Script Writer : The Spierig Brothers

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: