Buried : Paul Conroy Mereka Kuburkan

Akhir April 2001 menjadi hari paling mengenaskan bagi Rudy Singgih. Sekaligus menjadi hari terakhir baginya menghirup udara dunia. Ia melawan polisi dalam berbagai kisah yang berseliweran di media, terutama di Bandung tempatnya bermukim, dan karena itu ia pantas dihukum. Tak tanggung-tanggung, sebutir peluru menerjang tubuhnya dan menembus jantungnya. Ia pun mati seketika dengan segudang tanda tanya yang mengemuka.

Dan kekerasan terus berlanjut. Kekejaman seakan tak pernah memperlihatkan tanda-tanda untuk berhenti. Kini Paul Conroy mereka kuburkan. Namun mereka disini bukan sosok polisi, justru di posisi yang berlawanan. Mereka disini adalah teroris.

Jika kisah Rudy terjadi dalam kehidupan nyata, maka (untungnya) tragedi yang menimpa Paul (Ryan Reynolds) terjadi dalam film. Ditangani oleh Rodrigo Cortes, Buried yang memajang perjuangan Paul adalah sebuah film yang menggetarkan. Ketika berbagai elemen dari sebuah film berpadu dengan tepat di tengah sempitnya ruang gerak. Sempit disini berarti literal karena Buried memang “hanya” mempertontonkan sebuah ruang yang akan memunculkan beragam efek tak menyenangkan. Peti mati menjadi setting satu-satunya dari Buried dan film ini juga bertumpu pada satu-satunya aktor yang muncul sepanjang film. Dengan formula sedemikian rumit, maka kreatifitas menjadi kunci.

Buried adalah sebuah film yang sangat fokus. Begitu film dibuka, tanpa tedeng aling-aling Cortes langsung menyuguhkan pemandangan yang bisa jadi membuat sebagian penonton sesak nafas. Karena ia langsung memperlihatkan Paul yang terperangkap di sebuah peti mati. Kita melihat Paul membuka mata (awalnya layar gelap selama beberapa menit ketika film dimulai), perlahan sadar dan akhirnya dilanda kepanikan luar biasa. Dan rasa itu berhasil disampaikan oleh Cortes ke penonton. Kita merinding melihat kondisi Paul dan ikut merasakan bagaimana jadinya jika kita sendiri yang mengalaminya.

Sekali lagi kunci bagi film seperti ini adalah kreatifitas. Pemilihan ceritanya saja sudah menjadi sebuah pembeda tersendiri. Tapi Cortes tahu bahwa ia tak boleh hanya pongah dengan cerita yang brilian. Ia harus mampu memanfaatkan beragam elemen di tengah ruang gerak yang sempit. Maka jadilah Paul di tengah peti mati ditemani telepon genggam yang di-setting dengan bahasa Arab yang tak dimengertinya, sebuah senter dan ular derik! Elemen ini cukup membuat penonton menahan nafas sepanjang 94 menit film berlangsung.

Informasi pun dialirkan. Paul adalah seorang sopir truk yang dikebumikan paksa oleh teroris yang sakit hati dengan Amerika. Paul dikira adalah seorang tentara. Kekejaman memang tak hanya terjadi di Bandung, namun juga di Irak, tempat dimana Paul bekerja. Dan kekejaman tak hanya dilakukan oleh mereka yang punya otoritas. Disini mereka yang memaksakan otoritas memegang kendali. Paul pun menjadi korban dari salah paham para teroris. Maka penonton pun bersimpati dan genaplah sudah Buried menjadi tontonan yang sensasional namun tak kehilangan daya hiburnya.

Menonton Buried memang bukan pengalaman menyenangkan. Coba tanyakan ke diri kita dan juga teman-teman, bagaimana rasanya menonton film yang memperlihatkan seorang karakter berjuang hidup mati dalam sebuah peti mati nan sempit di tengah gurun pasir? Hampir pasti 100% akan bilang bahwa rasanya tak menyenangkan. Efek itulah yang justru diinginkan oleh Cortes. Namun tak menyenangkan bukan berarti membuat bosan. Dengan segala kelebihan (dan keterbatasan) yang dipunyainya, jelas sudah bahwa Buried adalah film yang akan tertinggal di kepala dalam jangka waktu lama.

Buried beruntung punya Reynolds. Tak dinyana aktor yang biasa berperan dalam karakter remeh temeh ini bisa membetot perhatian penonton dengan sedemikian meyakinkan. Sebuah tugas maha berat, terutama karena ia adalah satu-satunya aktor di film ini. Reynolds memperlihatkan kapasitasnya sebagai aktor dengan menjadi Paul yang tak sekedar panik, namun juga geram dan gusar dengan peristiwa yang menimpanya maupun orang-orang yang tak cukup peduli padanya. Reynolds juga memperlihatkan sisi rapuh seorang manusia di ambang hidup dan mati ketika bercakap dengan sang ibu yang tak ingat dirinya, juga dengan sang istri yang menangis terisak-isak di ujung telepon.

Setelah Rudy Singgih mereka bunuh, kini Paul Conroy mereka kuburkan ……..

BURIED

Director : Rodrigo Cortes
Cast : Ryan Reynolds
Script Writer : Chris Sparling

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: