Collateral : Harmoni Padu Tiga Karakter

Di usia yang menjelang senja, sejumlah aktor dan aktris papan atas memutuskan menggiring karirnya setingkat lebih tinggi. Bagi bintang sekelas Jim Carrey dan Julia Roberts, honor selangit tak lagi menjadi yang utama. Mereka hanya perlu diberi peran yang dengan citarasa yang “beda”. Maka Carrey yang terlanjur dicap sebagai manusia hiperkinetik dan bermuka karet dalam sejumlah filmnya “berani” menerima tantangan untuk bermain dalam film seperti The Truman Show dan Man On The Moon. Tentu seorang Carrey sudah berhitung dengan segala resiko yang harus ditanggung demi sebuah pilihan. The Truman Show boleh beruntung karena dapat keplokan meriah dari kritikus dan lumayan menjulang di deretan box office. Tapi tidak bagi Man On The Moon yang melempem di pasaran. Sementara sosok Julia Roberts yang sudah terlanjur identik dengan senyumnya yang lebar di berbagai judul komedi romantis, juga harus menerima kenyataan pahit ketika Mary Reilly yang dibintanginya tak direspon baik oleh pasar. Sebagian penggemarnya mungkin tak bisa menerima sosok Julia di film itu yang teramat dingin dan tak pernah menampakkan senyum. Bagaimana dengan Tom Cruise ?

Cruise yang masih terlihat awet muda di usianya yang 40 tahunan, pernah menjajal peran yang “beda” di film Magnolia. Hasilnya, setumpuk pujian diperolehnya. Padahal, di film itu perannya tak banyak. Baru lewat Collateral-lah, Cruise memperoleh tantangan sesungguhnya. Ia harus memerankan seorang penjahat berdasi yang berwajah dingin, efisien dan tak segan membunuh siapapun yang menghalangi misinya.

Collateral memang memberi nuansa berbeda bagi seorang Tom Cruise. Dan boleh jadi, itulah daya tarik utama film besutan Michael Mann ini. Boleh dipercaya, sebagian besar penonton Collateral berduyun – duyun ke bioskop karena faktor Cruise. Anda boleh mencemooh kenyataan ini, tapi ketika menyaksikan sendiri akting Cruise, mudah – mudahan bisa membuat Anda tersenyum. Cruise ternyata makin menunjukkan kematangannya. Perannya sebagai Vincent dilahapnya dengan baik, bahkan ia mampu menunjukkan chemistry-nya dengan Jamie Foxx yang melakoni karakter Max, supir taksi yang dipaksanya untuk membantu misi pembunuhan yang harus dilakukannya dalam semalam.

Penggalian karakter masih menjadi keahlian Mann. Maka, meski plot-nya sungguh simpel dan gampang ditebak arahnya, Collateral justru memaksimalkan kekayaan karakter dua tokoh utamanya, Vincent dan Max. Jika tak pandai menyiasati karakter kedua tokoh tersebut, Collateral akan menjadi sebuah film yang sangat membosankan. Bagaimana tidak, tiga perempat film dikuasai oleh dua karakter itu. Untungnya, Collateral diselamatkan oleh permainan intens Cruise dan Foxx, juga kecanggihan Stuart Beattie yang menulis skenario-nya. Apa boleh buat, skenario yang disusun Beattie harus dipujikan. Ia pandai merangkai dialog demi dialog dengan kalimat – kalimat cerdas dan yang paling penting, Beattie bisa “memperdaya” penonton dengan sedemikian meyakinkan. Siapa yang tak terhenyak mendapati bahwa kartu nama yang diserahkan jaksa penuntut wanita, Annie (dimainkan Jada Pinkett-Smith) kepada Max di awal adegan akan banyak gunanya di menit – menit terakhir ?

Karakter ketiga yang juga harus dipujikan adalah kota Los Angeles yang menjadi setting cerita. Siapa yang bisa percaya Mann menggunakan kamera digital untuk menangkap kerlap – kerlip LA di malam hari ? Juga kedahsyatan pengambilan gambarnya yang banyak menggunakan wide angle demi menangkap nuansa kota Los Angeles yang sibuk dan hangat, membuat penonton berada diantara perasaan ingin mendatangi dan menghindari kota Los Angeles disaat bersamaan. Jadi siapa bilang karya thriller tak bisa dipujikan sebagai tontonan yang menghibur sekaligus cerdas ? Collateral adalah salah satu buktinya.

COLLATERAL

Director : Michael Mann
Cast : Tom Cruise, Jamie Foxx, Jada Pinkett-Smith
Script Writer : Stuart Bettie

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: