Hachiko A Dog’s Story : Tentang Kesetiaan Tak Tertandingi

Di tengah maraknya teknologi yang memungkinkan segalanya, terkadang kita merindukan hal-hal sederhana. Dalam dunia film, sesekali kita juga memerlukan kisah humanis, yang menyentuh hati, membuat kita tetap percaya akan kemanusiaan. Membuat kita meyakini akan hal-hal mendasar seperti cinta dan kesetiaan.

Marley & Me yang memotret kisah seekor anjing bernama Marley yang mengiringi kehidupan pasangan muda hingga mempunyai tiga anak. Film dengan citarasa Hollywood itu diangkat dari kisah nyata dan dipuji karena berhasil memberi sentuhan berbeda dari sekian banyak film yang diproduksi. Karena selama ini sejumlah film yang menggunakan tokoh anjing biasanya hanya untuk kepentingan komedi dan itu tak masalah sebenarnya karena memang dibuat untuk konsumsi anak-anak.

Setipe dengan film Marley & Me adalah film berjudul Hachiko : A Dog’s Story. Ini kisah nyata yang jauh lebih dramatis dan bukan untuk konsumsi anak-anak. Hachiko adalah anjing ras Akita asli Jepang yang lahir pada November 1923 di Odate, Jepang. Dalam filmnya sendiri yang bersetting masa kini, Hachi ditemukan oleh Professor Parker Wilson (Richard Gere, yang makin matang berakting) di stasiun kereta. Awalnya tak berniat untuk memeliharanya, namun kehadiran Hachi membuat suasana rumah menjadi lebih tentram. Sang istri, Cate (Joan Allen) yang tadinya bersikeras memaksa Parker agar mencarikan rumah untuk Hachi akhirnya sadar bahwa bisa jadi Hachi memang ditakdirkan untuk ditemukan oleh Parker.

Maka Hachi pun menghiasi hari demi hari Parker. Hachi setia mengantar Parker ke stasiun dan menunggunya ketika kembali. Begitu terus setiap hari. Sampai suatu ketika Parker tak kembali. Dan ia memang tak akan pernah kembali, namun Hachi setia menunggunya di tempat yang sama selama 10 tahun!

Meski sama-sama bercerita tentang anjing seperti halnya Marley & Me, Hachiko : A Dog’s Story dituturkan Lasse Halstrom tanpa tergesa-gesa. Ia memberi banyak waktu untuk memperlihatkan ke penonton adanya keterikatan emosi antara Parker dan Hachi. Mungkin sebagian orang merasa film ini agak lambat, tapi percayalah segala penantian dan kesabaran Anda akan terbayar tuntas di akhir film. Halstrom yang duduk di kursi sutradara juga memberi sentuhan menarik dengan penggambaran di beberapa adegan dari point of view Hachi. Rasanya itu cara Halstrom untuk mendekatkan kita pada Hachi, untuk mengerti apa isi hatinya.

Maka wajar saja jika akhirnya film ini berhasil menyentuh hati para penontonnya. Bahkan mungkin bagi mereka yang tak tertarik pada anjing sekalipun. Dengan perlahan Halstrom membangun koneksi emosional antara Parker dengan Hachi, juga antara kita, penonton, dengan Hachi. Penonton pun menyayangi Hachi, mengagumi kesetiaannya yang tak tertandingi hingga akhir hayat.

Koneksi emosional itu pulalah yang bisa mengelus-elus perasaan, bahkan membuat penonton pun tak hanya menangis, tapi tersedu-sedu. Tak banyak film yang bisa membuat penonton ‘lupa diri’ seperti ini. Dan Hachiko : A Dog’s Story memang menyadarkan kita bahwa binatang saja bisa mempunyai rasa kasih sayang nan tulus. Mengapa kita tidak?

HACHIKO : A DOG’S STORY

Director : Lasse Halstrom
Cast : Richard Gere, Joan Allen, Sarah Roemer
Script Writer : Stephen P Lindsey

Iklan
Comments
One Response to “Hachiko A Dog’s Story : Tentang Kesetiaan Tak Tertandingi”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] This post was mentioned on Twitter by resensifilm1111. resensifilm1111 said: Inilah anjing paling setia di dunia http://tinyurl.com/2celx59 cc @Prambors893FM @pramborsbandung @paramuda937fm @PramborsJogja @TraxFMJKT […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: