Menebus Impian : Ketika Hanung Memberi Cahaya Pada Pelita

Perkenalkan, namanya Nur. Ia muda dan cantik. Masih beruntung karena sempat mengecap bangku kuliah. Namun ketika sang ibu jatuh sakit, langit serasa runtuh di kepalanya. Ia merasa keberuntungan tak pernah berpihak padanya. Lalu Nur mengutuk hidupnya. Ia yang memang selalu pesimis makin sinis menatap masa depannya.

Perkenalkan, namanya Dian. Ia muda dan ganteng. Penuh semangat menjalani hidup dan meyakini bahwa semua pekerjaan akan menghasilkan sesuatu jika dijalankan dengan sungguh-sungguh. Dan ia yang selalu optimis memang membuktikan ucapannya. Ia percaya bahwa impian apapun bisa diraih di masa depan.

Hanung Bramantyo selaku sutradara menyatukan Nur dan Dian dalam Menebus Impian. Seperti memberi cahaya pada pelita. Maka itu pula lah fungsi Dian bagi Nur. Dan Menebus Impian (yang kabarnya didanai salah satu brand personal franchise) juga bisa jadi diniatkan sebagai petunjuk bagi mereka yang skeptis pada bisnis personal franchise atau MLM atau apapun namanya. Manusia-manusia sinis, manusia-manusia yang tak gigih berusaha.

Maka Menebus Impian bertujuan ganda. Di satu sisi, ia harus bisa memperlihatkan kualitasnya yang utuh sehingga layak disemati predikat “film yang baik”. Dan tujuan selanjutnya adalah meyakinkan penonton bahwa bisnis personal franchise itu sesungguhnya sama dengan bisnis lain yang jika ditekuni sungguh-sungguh juga akan menghasilkan sesuatu.

Dengan jam terbang yang cukup tinggi, harusnya memang Hanung makin terampil memaksimalkan segala elemen yang dipunyainya demi mencapai tujuan yang pertama. Ia punya cerita yang menarik karena menjual mimpi. Meskipun dianggap mirip material yang dipunyai opera sabun, semuanya tetap bermuara pada penulisan skenario yang baik. Disini Hanung dibantu Titien Wattimena (yang pernah melahirkan skenario Mengejar Matahari yang mengesankan) dengan jam terbang yang juga laik membuat penonton percaya bahwa ia mampu melahirkan pondasi kuat bagi sebuah film yang baik.

Sesungguhnya cerita sederhana dengan ujung yang gampang ditebak seperti ini bisa menjelma sebagai perangkap bagi penulisnya. Jika tak cerdik, cerita bisa lempang-lempang saja mengalir atau malah sebaliknya, over dramatic. Dalam hal Menebus Impian, cerita mengalir dengan menarik sejak awal. Titien dengan efektif memperkenalkan karakter-karakternya lantas mulai merangkai konflik yang menjadi kartu as-nya bagi penonton agar tak jemu mengikuti ceritanya. Sayangnya memang terkesan ia menaruh banyak sekali konflik di awal hingga pertengahan hingga ketika film sudah memasuki ¼ akhir, Titien terkesan terengah-engah. Ibaratnya semua amunisi sudah dimuntahkannya padahal musuh masih berada didepannya.

Tapi apakah ‘kelemahan’ setitik itu akan membuat Menebus Impian tidak asyik dinikmati? Tentu saja tidak. Disitulah fungsi sutradara yang harus menjadi konduktor untuk mengorkestrasi segala elemen yang dipunyainya. Cacat secuil di cerita bisa ditutupi dengan akting misalnya. Atau dengan penempatan musik yang pas. Bisa juga editing yang cekatan yang membuat pacing film terjaga.

Hanung juga beruntung punya sejumlah materi pemain handal. Tak pelak lagi Acha Septriasa adalah aktris masa depan. Bersinar diantara 9 bintang lain dalam film LoVe membuatnya mulai dilirik. Dan disini Acha juga beruntung mendapat cerita yang memberinya ruang luas untuk bereksplorasi. Terlebih ia mendapat lawan main tangguh, Ayu Diah Pasha, yang berperan sebagai ibunya. Keduanya bahu membahu meyakinkan penonton bahwa mereka adalah anak dan ibu dan berhasil! Duet yang asyik untuk dicermati seperti ketika menyaksikan dua aktor veteran, Deddy Mizwar dan Slamet Rahardjo di film Alangkah Lucunya (Negeri Ini).

Lantas ketika Menebus Impian sudah berhasil dilabeli sebagai “film yang baik”, apakah ia juga berhasil meyakinkan penonton bahwa bisnis personal franchise juga sama seperti bisnis lainnya? Nah ini yang mungkin perlu diuji lagi. Karena cerita hanya menyajikan kisah yang sebenarnya hampir semua orang ketahui. Bahwa bisnis tersebut bukan money game, tak menjual produk dan jika sukses mendapatkan banyak downline bisa berbuah mobil. Rasanya semua orang juga tahu itu. Tapi dalam hal menggugah penonton, rasanya Menebus Impian cukup berhasil.

MENEBUS IMPIAN

Director : Hanung Bramantyo
Cast : Acha Septriasa, Fedi Nuril, Ayu Diah Pasha
Script Writer : Titien Wattimena

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: