Closer : Tak Cukup Hanya Cinta

Persoalan hubungan asmara tak akan pernah habis untuk dibicarakan. Ia bisa dibicarakan dari berbagai aspek dan beragam sudut pandang. Dan urusan asmara memang paling menarik untuk diulik. Ia bisa dibicarakan secara sembunyi – sembunyi, dibahas secara samar maupun digaungkan secara vulgar. Dalam konteks film, genre komedi romantis-lah yang mungkin paling banyak mengobrolkan cinta meski dengan formula yang nyaris bisa ditebak. Tapi genre drama bisa mengeksplorasi berbagai kemungkinan, yang paling mustahil sekalipun. Maka Closer bisa dianggap melanggar berbagai macam rambu – rambu ketabuan ketika membahas seputar hubungan asmara. Dalam asmara ternyata tak cukup hanya cinta, urusan power-lah yang justru memegang peranan paling penting.

Tak percaya ? Lihatlah tokoh Dan (Jude Law). Ia yang tlah punya Alice (Natalie Portman) ternyata bisa juga jatuh cinta mati – matian pada Anna (Julia Roberts), fotografer yang baru saja dikenalnya. Chemistry keduanya memang begitu dahsyat, sampai suatu saat Dan “membius” Anna dengan ciuman mautnya. Dan seperti dibutakan oleh cinta, padahal ia punya Alice yang setengah mati mencintainya. Tapi karena Dan begitu terobsesi dengan Anna, maka Alice dicampakkannya. Tinggallah Alice yang sakit hati, berpindah ke kota lain dan kembali menekuni pekerjaan lamanya, menjadi seorang penari telanjang. Sampai ia ketemu dengan Larry (Clive Owen) yang adalah suami Anna dalam kehidupan sehari – hari.

Mike Nichols yang membesut Closer mengindahkan persoalan waktu menjadi tak penting, demi memperlihatkan intensitas percikan asmara diantara dua pasangan tersebut : Dan – Alice dan Larry – Anna. Berkat skrip yang luar biasa brilian dari Patrick Marber (diangkat dari drama panggung yang ditulisnya sendiri), Nichols membawa penonton menjelajahi ruang cinta yang tak berbatas waktu dan tak mengindahkan norma apapun. Dan yang paling penting, Nichols bisa membuat penonton merinding dan menyadari bahwa dalam urusan asmara tak cukup hanya cinta. Ada unsur lain yang tak kalah penting : kekuasaan (power).

Sadar bahwa film yang dibesutnya bersandar sepenuhnya pada kecerdasan naskah membuat Nichols pun tak sembarangan memilih aktor yang akan mengisi 4 peran utama. Meski ada Julia Roberts di Closer (kemungkinan dipasang untuk urusan penetrasi pasar), yang paling berkilau sepanjang film tak lain Natalie Portman. Aktris muda berbakat yang juga mencengangkan dalam Anywhere But Here ini memainkan Alice yang impulsif, cuek sekaligus obsesif dengan sepenuh hati. Portman lebur menjadi sosok perempuan muda yang gamang menatap hidup, berkali – kali sakit hati karena dikecewakan lelaki dan paham betul dengan kekuasaan yang dipunyainya ketika sedang bekerja sebagai penari telanjang.

Yang bisa “mengalahkan” Portman di Closer hanyalah dialog – dialog brilian Marber yang cerdas, berisi, sinis dan mampu menggambarkan karakterisasi dari tokoh yang mengucapkannya. Bukti bahwa skenario cerdas adalah segalanya, dan akan menjadi ledakan maha dahsyat jika menemukan sumbu yang tepat. Dan Nichols adalah sutradara yang paham dengan teritori itu. Ia pernah berhasil dengan Who’s Afraid of Virginia Woolf ? di tahun 1966 dan Carnal Knowledge. Tingkatan penguasaan atas materi yang dipunyainya memang membuat Closer jadi tontonan memikat, dengan ensemble cast yang menawan dan yang paling penting : sangat menghormati penonton. Sampai detik – detik terakhir, kita tak pernah tahu akan berakhir seperti apa Closer. Apakah Dan akan kembali pada Alice ataukah Dan akan terus mengejar cintanya pada Anna yang telah bersuami ? Susah untuk menebak sejak awal, apalagi jika cerita menghanyutkan kita semua untuk kembali lagi merenungkan hubungan asmara yang sedang atau pernah dijalin. Apakah cukup hanya dengan cinta ?

CLOSER

Director : Mike Nichols
Cast : Natalie Portman, Jude Law, Julia Roberts
Script Writer : Patrick Marber

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: