Cinta 2 Hati : Untung Ada Deddy Mizwar

Produksi film Indonesia memang terus meningkat, namun dari segi kualitas belum bisa dibanggakan. Hanya sedikit film nasional yang boleh diacungi jempol, namun ternyata disambut biasa saja oleh penonton. Hari Untuk Amanda (Angga Dwimas Sasongko) dan Rumah Dara menjadi sedikit film Indonesia dengan kualitas baik tahun ini. Di tengah serbuan horor porno dan komedi seks, rasanya kita memang membutuhkan kesegaran baru yang bisa kembali menyirami sinema tanah air.

Dan Cinta 2 Hati belum bisa dikategorikan kedalamnya. Secara cerita, film ini belum beranjak dari stereotipe film remaja pada umumnya. Disini ada tokoh Alfa (Afgan), penyanyi muda yang tengah naik daun dan punya segalanya. Ia punya tampang yang tak bisa dibilang jelek, punya mobil mentereng, tinggal di apartemen yang cukup mewah dan punya kekasih hati yang cantik. Ada juga tokoh Jane (Olivia Jensen) yang hampir setipa dengan Alfa. Cantik, muda dan punya segalanya. Ada juga karakter Laras (Tika Putri) yang juga cantik dan meski dikisahkan tinggal di sebuah rumah kost, kelihatan bahwa dirinya juga tidak berasal dari kalangan bawah.

Ini rumus yang pernah dipakai film Indonesia di tahun 1990-an. Ketika demam Catatan Si Boy menjamur dan menjadi talk of the town. Menjual mimpi sah-sah saja dan rasanya banyak juga mereka yang suka menonton film memang mendambakan dunia yang mungkin sukar tergapai baginya. Menjadi semacam pelarian dari dunia nyata.

Tapi film tentu tak cukup hanya punya itu. Selain materi cerita yang menarik (dalam pengertian menyegarkan), juga harus didukung dengan karakterisasi yang pas. Apa jadinya jika sebuah film diisi oleh karakter yang serba tak pas? Lihat saja Alfa. Ia menjadi karakter yang terlalu ’sempurna’. Ada pula Laras yang terlihat bagaikan malaikat bertubuh manusia. Dan Jane yang luar biasa menjengkelkan. Seperti belum cukup, Cinta 2 Hati masih menyelipkan karakter manajer (Jodie) yang sama menyebalkannya dengan tokoh Jane. Hanya karakter Opa (diperankan Deddy Mizwar) yang terasa manusiawi.

Karakterisasi yang menjadi bagian dari cerita ibarat nyawa sebuah film. Rasanya gemas melihat karakter yang seperti hidup hanya di film itu, tak bisa ditemukan dalam kehidupan nyata. Betul film adalah realitas yang diciptakan, tapi meski diciptakan syarat wajibnya adalah harus punya kemampuan untuk meyakinkan bukan? Disinilah logika cerita yang berperan. Ketika logika cerita tak dipegang dengan erat dan ketika karakterisasi terlalu longgar, maka alamat bencana bagi filmnya.

Padahal departemen akting rasanya tak jelek. Afgan yang baru pertama kali bermain film tak terlampau buruk. Sementara lawan mainnya yang lebih berpengalaman tentu saja terlihat lebih lihai mengolah tubuh. Olivia Jensen dan Tika Putri sesungguhnya calon aktris masa depan jika mereka memelihara integritas mereka pada seni peran.

Yang terjadi selama lebih dari 60 menit, film Cinta 2 Hati betul-betul terlihat menjadi film yang ’sangat ingin cepat-cepat ditinggalkan penontonnya’. Ia seperti tak memberi harapan pada penonton untuk bersabar. Jika tak ada tujuan kuat, bisa jadi kabur menjadi jalan keluar. Namun jika bisa bersabar, pelan-pelan mendekati film berakhir, Cinta 2 Hati bisa juga menyelamatkan mukanya sendiri.

Yang membuat penonton bisa bersabar sesungguhnya ada pada faktor Deddy Mizwar. Bukan faktor karena beliau aktor kaliber, namun melihat daftar film yang dimainkannya. Ketika mengetahui Cinta 2 Hati memajangnya sebagai salah satu pemain, pasti timbul pertanyaan. Kenapa aktor besar sepertinya mau bermain di film cemen seperti ini?

Dan rasanya alasannya bisa dimengerti. Selain karakternya sebagai orang yang punya segalanya namun juga kehilangan segalanya (ironis dan hanya bisa Anda mengerti ketika menonton filmnya), pesan moral film ini sesungguhnya menentramkan. Dan bisa jadi faktor ini pulalah yang bisa membuat penonton memaafkan kelemahan demi kelemahan besar yang dibuat film ini.

CINTA 2 HATI

Director : Benni Setiawan
Cast : Afgan, Olivia Jensen, Tika Putri
Script Writer : Benni Setiawan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: