Chloe : Keresahan Tersamar, Sensualitas Nan Menggelora

Bicara soal “selang” boleh jadi akan mengalahkan topik apapun. Tentu saja yang dimaksud disini bukanlah ”selang” dalam pengertian sebagai pipa untuk mengalirkan air. Namun akronim dari (maaf) ”selangkangan”. Yes, soal ”selang” yang satu itu atau mari kita sebut saja dengan pengertian yang lebih umum yakni seks, selalu menjadi isu yang paling menarik untuk dikupas. Maka ketika isu video porno mirip artis mencuat, isu tersebut menyapu bersih berita terhangat Piala Dunia hingga kasus Century yang belum lagi terungkap.

Seks banyak menjadi pilihan dari sineas untuk dikedepankan di layar lebar. Ada yang mengarahkannya dengan penuh integritas, ada pula yang dengan berterus terang mengakui memanfaatkannya semata untuk komoditi. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Toh seks jika dikemas dalam film, maka yang dinilai bukan muatan seks-nya, tapi karya secara keseluruhan.

Chloe yang secara garis besar mempersoalkan kesetiaan dalam rumah tangga hingga problematika rapuhnya kepercayaan juga menyentuh soal seks. Dan disini kadarnya cukup besar. Ia ditempatkan di garda depan sebagai pendorong cerita, juga (mungkin) sebagai pendorong penonton berduyun-duyun memenuhi kursi bioskop. Atom Egoyan yang duduk di kursi sutradara tahu betul tanggung jawab itu. Maka ia pun berusaha mencoba menyenangkan antara idealismenya dan juga keinginan penonton.

Melalui sosok Catherine (Julianne Moore), semuanya berawal. Sosoknya yang masih rupawan di usia yang tak lagi muda dengan status sosial tinggi dan hidup berkecukupan rupanya dilanda keresahan. Ia melihat suaminya, David (Liam Neeson, dengan karisma yang masih terpancar) masih tegap, masih terlihat ganteng, dan dengan demikian disimpulkannya sebagai “gampang main mata” dengan perempuan lain. Terlebih David punya profesi sebagai pengajar musik yang memberinya begitu banyak kesempatan bertemu mahasiswi yang jauh lebih muda, jauh lebih sintal dan jauh lebih seksi.

Keresahan itu begitu tersamar dan ditutupi Catherine dengan sempurna. Namun ia tak bisa berdiam diri. Maka ia menemui Chloe (Amanda Seyfried, dengan permainan yang mengejutkan) yang sering dilihatnya melalui jendela kantornya yang elegan. Dari penampilan maupun sikap tubuhnya, jelas terlihat bahwa Chloe adalah wanita panggilan. Chloe agak terkesima ketika dihampiri Catherine, namun ia akhirnya tahu tugas apa yang harus diembannya. Catherine menemuinya demi membuktikan bahwa David benar adanya adalah sosok lelaki yang tak tahan godaan perempuan lain.

Egoyan pun membawa kisah itu kedalam jalinan cerita yang tak rumit namun bisa pula membuat penonton berdegup. Berdegup menunggu apa yang akan disajikan Egoyan selanjutnya di layar dan juga berdegup menyaksikan bagaimana Amanda Seyfried yang biasanya kita kenal dengan perannya sebagai gadis remaja baik-baik menjelma menjadi perempuan yang tahu betul memanfaatkan tubuhnya untuk tujuan apapun. Dan penonton pria akan menahan nafas melihat bagaimana Moore dan Seyfried melakukan adegan (maaf) seks yang membakar layar.

Tone maupun pengadeganan film memang dibuat sedemikian rupa sehingga konsep thriller erotis terjaga. Dan memang itu yang dimaui Chloe. Dan ia punya formula yang cukup untuk menjadikannya sebagai tontonan dengan daya ledak yang mengejutkan penonton.

Memang dibanding Exotica yang menghantarkan Egoyan ke level jajaran sutradara terkemuka dunia, Chloe terasa ”tak ada apa-apanya”. Begitupun film ini akan menambah referensi untuk mengkombinasikan seks dan thriller dalam satu paket. Perlu racikan dengan resep yang pas yang bisa membuatnya sebagai film yang tetap terjaga kualitasnya sekaligus tetap saleable. Dan dengan segala kekurangan yang dipunyainya, rasanya Chloe bisa memperlihatkan itu semua. Terasa ada cita rasa Fatal Attraction didalamnya, namun Egoyan juga berusaha keras untuk menempatkan ciri khasnya dalam karyanya ini.

Lewat film ini pula, Egoyan mencoba membongkar karakter manusia ke sisi gelapnya. Maka siapkah Anda untuk membuka rahasia hitam yang Anda sembunyikan selama ini?

CHLOE

Director : Atom Egoyan
Cast : Amanda Seyfried, Julianne Moore, Liam Neeson
Script Writer : Erin Cressida Wilson

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: