Avatar : Kecanggihan Teknologi Dengan Pesan Lingkungan

Apa yang membedakan James Cameron dengan Martin Scorsese atau Steven Spielberg? Bukan, Cameron tak lebih hebat dari dua sutradara kaliber itu. Yang membedakan Cameron dengan keduanya bisa jadi adalah sosoknya yang visioner. Coba lihat filmografi sutradara yang meraih Oscar dari Titanic itu. Ia seperti begitu kagum dengan teknologi dan mencoba memanfaatkannya sampai pada batasnya yang maksimal. Dan boleh percaya boleh tidak, film yang dibuat Cameron dengan bersandar penuh pada teknologi justru tak menghasilkan sebuah film yang mekanis. Ia tetap setia dengan sisi manusiawinya yang membuat kritikus pun memuji.

Dengan pengalaman bertahun-tahun menggeluti teknologi, Cameron kini mencoba menguji dirinya sendiri. Mampukah ia mendorong karyanya sendiri dengan memanfaatkan penggunaan teknologi mutakhir, khususnya untuk efek 3D (tiga dimensi)? Ia tahu ia mampu namun ia tahu bahwa teknologi butuh waktu. Dan juga memerlukan kesabaran. Untungnya Cameron punya itu. Avatar pun bukan proyek yang dikerjakan setahun dua tahun, namun benar-benar dibangun setahap demi setahap sembari menunggu perkembangan teknologi terkini.

Dan hasilnya memang luar biasa. Rasanya tak ada seorang pun yang menonton Avatar yang tak memuji karya terbesarnya itu. Tak sedikit yang bertepuk tangan, bahkan banyak yang memberi penghormatan besar atas pencapaian sinematik didalamnya. Hebatnya Cameron adalah ia bisa membagi konsentrasi sama besar antara pengembangan teknologi dan pengembangan cerita yang menjadi dasar dari filmnya. Maka cerita yang diusung Avatar sungguh kuat dan disempurnakan dengan visualisasi yang luar biasa memukau. Lengkaplah sudah menjadikan Avatar sebagai salah satu film terbaik di tahun 2009.

Kisahnya pun sungguh menarik. Berbasis pada bagaimana manusia dengan keserakahannya sehingga harus merusak lingkungan dan menghancurkan komunitas yang mendiaminya. Adalah Jack Sully (Sam Worthington) yang ditugaskan untuk mendatangi planet Pandora. Awalnya kedatangannya kesana sebenarnya justru untuk tujuan memberitahukan secara perlahan kepada penduduk disana agar bisa berpindah tempat. Namun Sully pelan-pelan jatuh hati pada Pandora. Pada alamnya yang luar biasa indah, pada keelokan hutan liar dan hewan-hewan nan ajaib dan juga pada sosok Neytiri (Zoe Saldana). Ia tahu bahwa adalah sebuah kesalahan jika harus meluluhlantakkan planet yang indah itu. Tapi Sully hanyalah seorang prajurit, dibelakangnya berdiri sebuah struktur kepemimpinan dilengkapi dengan armada yang siap menghancurleburkan planet itu kapanpun juga.

Avatar menemukan momentumnya ketika gerakan untuk mencintai lingkungan mulai merambah ke berbagai sudut dunia. Dan ini menjadi sebuah protes keras sekaligus gerakan moral dari Cameron bagi umat manusia. Disini pulalah letak lelebihan lain (lagi) dari Avatar. Bagaimana teknologi yang cenderung selalu dipojokkan sebagai biang kerok atas bumi yang ”sakit” justru dimanfaatkan Cameron sebagai medium baginya untuk mengajak lebih peduli pada lingkungan.

Bagi sejumlah kritikus, Avatar seperti perpaduan antara Alien dan Titanic. Alien mengedepankan kedekatan Cameron dengan militer (yang digambarkan sebagai pihak antagonis dalam Avatar) dengan romantisme antara dua manusia berbeda dunia ala Titanic. Bahkan beberapa kritikus menilai suguhan kisah cinta Jack dan Neytiri jauh lebih kuat dan lebih terasa urgensinya dibanding dengan yang dipunyai Jack dan Rose. Disini pulalah Avatar menyentuh segala kalangan. Penonton laki-laki terhibur dengan teknologi yang mungkin diluar ekspektasi sehingga terasa spektakuler, sementara penonton perempuan dielus-elus perasaannya oleh kisah cinta ”terlarang” antara Jack dan Neytiri. Sementara secara keseluruhan, Avatar bisa dibicarakan pula berkat muatannya yang kental akan isu lingkungan.

Sekali lagi, Cameron berhasil menggabungkan unsur hiburan dan kualitas dengan sempurna. Ia sudah pernah melakukannya dengan mengagumkan di Titanic dan kini ia melakukannya dengan lebih baik lagi. Practice always makes better …….

AVATAR

Director : James Cameron
Cast : Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver
Script Writer : James Cameron

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: