Alice In Wonderland : Jejak Dunia Fantasi Ala Tim Burton

Tim Burton dikenal sebagai salah satu sutradara nyentrik. Ia punya tempat tersendiri di hati para moviegoers yang menyukai karya-karyanya yang edgy namun tetap bisa berkomunikasi dengan baik. Maka ketika memutuskan untuk membawa Alice in Wonderland ke layar lebar, ia mencoba untuk mengamati film demi film yang juga membawa petualangan Alice. Ia sampai pada kesimpulan bahwa tak satupun dari film-film tersebut yang memberinya koneksi emosional. Burton akhirnya membawa cerita yang familiar bagi anak-anak tersebut ke sebuah petualangan seorang gadis ke negeri khalayan demi menghadapi satu demi satu karakter ajaib disana.

Dan sesuai janjinya, itu pulalah yang disajikannya di layar. Selama 108 menit, Burton membawa kita memasuki dunia fantasi. Pilihannya pada Mia Wasikowska untuk memainkan karakter Alice sungguh sebuah pilihan tepat. Di wajah gadis itu ada kerapuhan sekaligus energi tersembunyi dan itu dimanfaatkan betul oleh sang sutradara. Maka Alice in Wonderland pun menjadi sebuah petualangan mengasyikkan dengan visual menakjubkan, dengan dunia yang dikelir warna-warni, dengan karakter demi karakter nan ajaib dan dengan pesan bahwa angkara murka akan takluk pada kebenaran.

Rasanya sudah banyak yang paham tentang cerita ini. Semua pun pasti paham bahwa pada akhirnya Alice yang akan menjadi pemenangnya. Namun yang menarik adalah bagaimana Burton tak cuma fokus pada karakter utama, namun ia juga memberi ruang besar pada peran pendukung demi menambah warna pada filmnya.

Dan karakter demi karakter itu memang bisa dimainkan dengan baik. Helena Bonham Carter sekali lagi memperlihatkan kapasitasnya sebagai aktris hebat. Sebagai Red Queen, ia terlihat kejam dan aneh – dengan kepala besar yang tak sebanding dengan tubuhnya yang ringkih. Berbanding terbalik dengan saudarinya, White Queen yang dimainkan Anne Hathaway. Nominator Oscar lewat Rachel Getting Married itu memainkan karakternya dengan gemulai dengan gerak tubuh yang khas yang gampang diingat oleh penonton. Dan tentu saja tak boleh dikesampingkan sosok Johnny Depp sebagai Mad Hatter. Sekali lagi, Johnny berhasil masuk kedalam peran yang kompleks dan masih bisa diberinya sentuhan karikatural.

Tak cuma visual yang menjadi jualan utama film ini, namun juga cerita yang dikembangkan Burton disana-sini. Yang jelas, Alice in Wonderland menjadi tontonan yang aman untuk para remaja. Ia benar-benar membuat tontonan yang menghibur sekaligus tak lupa menyentil sejumlah problema sosial. Tak berat namun juga tak kekurangan bobotnya.

ALICE IN WONDERLAND

Director : Tim Burton
Cast : Mia Wasikowska, Johnny Depp, Helena Bonham Carter
Script Writer : Linda Woolverton

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: