Alangkah Lucunya (Negeri Ini) : Suguhan Keanehan Negeri Tercinta

Musfar Yasin dikenal sebagai sosok penulis skenario yang membuat pilihan dengan setia memotret kehidupan marjinal. Lihat saja karya-karyanya dari Ketika, Get Married hingga yang terbaru Alangkah Lucunya (Negeri Ini). Dan ia memang terbilang lancar membongkar seluk beluk masyarakat kelas bawah yang mungkin jarang tersaji di muka kita. Hanya gambaran sepintas yang kita dapat dari koran ataupun dari tayangan informasi di televisi. Namun Musfar mampu membongkar hingga ke titik terdalam. Dan Alangkah Lucunya (Negeri Ini) menjadi karyanya yang istimewa karena terasa kontekstual dengan keadaan terkini. Ia nyinyir mengkritik berbagai kelucuan (atau keanehan?) yang terjadi dalam pelbagai sendi kehidupan kita. Dan ia membentangkannya dengan telanjang, tepat di ujung hidung kita.

Betapa tidak, Musfar membenturkan problem sekompleks pengangguran, pendidikan hingga akhlak dalam satu kesempatan. Ini pekerjaan yang sungguh tak ringan. Dan beban itu ada di tangan Deddy Mizwar yang menjabat sebagai sutradara. Jika salah eksekusi, kisah yang sungguh menarik ini bisa terjatuh menjadi film yang membosankan dengan ceramah moral yang gamblang.

Bayangkan saja cerita seperti ini. Muluk (Reza Rahadian) yang sarjana manajemen tak kunjung mendapat pekerjaan. Hingga di sebuah kesempatan tak terduga, ia memergoki seorang pencopet. Perkenalan yang aneh dan malah membuatnya terjerumus kedalam lingkungan mereka. Muluk jadi pencopet juga? Lebih dari itu. Ia malah mengorganisir mereka demi cita-cita kehidupan yang lebih layak. Ia melibatkan teman-temannya yang berpendidikan tapi menganggur. Semuanya berjalan lancar sampai ketika orangtua mereka akhirnya mengetahui bagaimana Muluk dkk memperoleh penghasilan.

Alangkah Lucunya (Negeri Ini) punya sejumlah senjata ampuh untuk unggul sebagai film dengan kualitas memadai. Ia punya skenario dengan tema menarik dan ditulis dengan brilyan dan ia punya barisan aktor tangguh didalamnya. Rasanya tak ada lagi film dalam negeri yang mampu menyatukan sejumlah aktor kaliber berbagi layar. Dari Deddy Mizwar himself, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo, Jaja Mihardja yang dipertemukan dengan generasi dibawahnya yang diwakili Reza Rahadian dan Asrul Dahlan. Dua faktor ini patut dimiliki sebuah film agar menjelma menjadi film yang baik. Tapi memang ini saja tak cukup. Film menyatukan berbagai elemen seni didalamnya. Selain skenario dan departemen akting, juga ada editing, penataan kamera hingga ilustrasi musik. Jika semuanya mulus berpadu, jadilah film yang tak hanya berkualitas baik namun juga mampu pada fungsinya yang lain yaitu menghibur penontonnya.

Alangkah Lucunya (Negeri Ini) yang ceritanya setipe dengan Slumdog Millionaire harusnya bisa menjelma sebagaimana film yang dibesut Danny Boyle itu. Tak kehilangan ciri khasnya karena cerita yang sesungguhnya memang sudah kuat, namun dipoles lebih tajam oleh sutradara. Ini yang tak dimiliki Alangkah Lucunya (Negeri Ini). Di beberapa bagian, film ini terlalu berpanjang-panjang, tak diakali secara sistematis oleh sutradara. Fungsi editing pun terkadang hanya sekedar menyatukan gambar, namun tak memberi nyawa pada gambar yang sejatinya sudah menarik. Dan departemen musik pun harusnya lebih memainkan emosi pada film, padahal film ini sudah punya beberapa lagu soundtrack yang tak hanya menarik, namun juga menggugah perasaan.

Tentu saja harapan agar materi sebaik ini bisa dibikin lebih baik lagi menjadi cerminan bagi penonton demi mendapatkan film yang baik secara utuh. Jika dibandingkan dengan film domestik lainnya, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) berada jauh di depan. Sebagai aktor senior, Deddy Mizwar juga sangat baik dalam mengarahkan pemain. Nyaris semua pemain bermain baik, termasuk sejumlah aktor cilik yang berperan sebagai gerombolan pencopet. Dan sebuah pemandangan mengesankan menyaksikan Deddy dan Slamet Rahardjo saling bahu membahu memainkan emosi penonton dalam sebuah adegan yang berpotensi menitikkan air mata. Juga sekali lagi perlu memberi tepukan keras untuk ”kegilaan” Tio Pakusadewo yang meyakinkan sebagai bos copet.

Dan yang terpenting dari semuanya adalah Alangkah Lucunya (Negeri Ini) memang seperti menjadi tamparan bagi kita. Betapa kita dikelilingi berbagai kelucuan (atau keanehan?) yang sebenarnya menjadi muara dari carut marutnya kondisi terkini negara kita tercinta. Tapi kita hanya melihat, tak berbuat apapun. Dan akhirnya kelucuan itu menjadi tak lucu lagi dan keanehan itu terlihat normal. (ipe/photo: istimewa)

ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI)

Director : Deddy Mizwar
Cast : Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo
Script Writer : Musfar Yazin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: