About A Boy : Persahabatan 2 Laki-Laki Beda Generasi

Novel menjadi salah satu inspirasi untuk dialih-transferkan menjadi bahasa gambar bernama film. Tentu alasannya bukan karena kehabisan ide, bisa jadi karena “tersengat” dengan cerita menarik didalamnya dan menurut sang adaptor akan menjadi lebih menarik jika diangkat ke layar lebar. Hanya saja, mungkin karena beda medium, seringkali pembaca novel “ngedumel” ketika mendapati bahwa film yang diangkat dari novel kesayangannya melenceng dari jalur cerita yang tersurat didalamnya. Begitupun, seorang adaptor berhak untuk melakukan apa saja demi kaidah artistik, atau apapun istilahnya, sepanjang proses kreatif tersebut menghasilkan tontonan yang bermutu.

Pengarang Inggris, Nock Hornby bisa jadi tetap tersenyum ketika melihat novelnya, About A Boy, dilayar-lebarkan oleh dua sutradara bersaudara, Chris dan Paul Weitz. Terkesan familiar dengan nama ini ? Betul, dynamic duo ini meroket sejak keberhasilan American Pie secara finansial, tapi cukup jelek dari segi mutu (maklum, trilogi itu memang diniatkan untuk hiburan semata, kok !). Begitupun, jangan underestimate dulu dengan keduanya. Dibantu oleh Peter Hedges, mereka bisa dengan mulus mengadaptasi novel ketiga Hornby yang difilmkan ini.

About A Boy ingin menceritakan tentang Will (38 tahun, dimainkan Hugh Grant) dan Marcus (12 tahun, diperankan Nicholas Hoult). Will adalah sosok pria egois yang merasa tak memerlukan bantuan siapapun. Hidupnya diisi tanpa kegiatan apapun dan dia tak punya rencana apapun untuk hidupnya (what an amazing man !). Sedang Marcus adalah seorang bocah yang dianggap aneh di sekolahnya dan beribukan Fiona (Toni Collette), single parent yang sering mengalami bad mood dan terkadang menderita depresi. Berkat teman ibunya-lah, Marcus bisa berkenalan dengan Will. Sebuah pertemuan yang unik, karena terjadi secara tak terduga.

Begitu juga yang terjadi pada kehidupan Will. Tanpa disadarinya, Marcus “masuk” dalam kehidupannya. Dan disinilah letak keistimewaan About A Boy. Seorang anak kecil digambarkan bisa sedemikian rupa mengubah perspektif seorang egois seperti Will. Tapi About A Boy tak menggambarkannya dengan sebegitu instan, ada proses yang juga bisa dirasakan penonton sehingga mereka bisa mengerti perasaan Will yang akhirnya mengakui punya semacam “ikatan batin” dengan Marcus. Padahal Marcus bukan apa – apanya. Will bukan pamannya, atau abangnya, bahkan bukan pacar ibunya.

Intinya, About A Boy ingin menceritakan seorang bocah dan pria dewasa yang punya “jiwa bocah” bersemayam di dalam dirinya. Mungkin absurd, tapi bukankah banyak dari kita yang seperti itu ? Tak sadar, kita bisa bertingkah semaunya layaknya anak – anak. Dan toh, itu wajar. Disini Weitz bersaudara juga ingin mengobrolkan hangatnya persahabatan, cinta seorang ibu terhadap anaknya yang tak berbatas hingga perubahan seseorang ke arah yang lebih baik. Kalau Tom Cruise sempat berucap “You complete me” kepada Renee Zellweger dalam Jerry Maguire, maka disini karakter Will tak mengucapkan apapun pada Marcus sebagai bentuk terima kasihnya, yang berjasa “mengeluarkannya” dari kehampaan hidup. Will hanya perlu menemani Marcus yang nekat menyanyikan Killing Me Softly-nya Roberta Flack di konser rock sekolahnya, hanya demi menyenangkan hati ibunya.

Maka About A Boy menjadi cermin bagi kita semua, refleksi dari kita di era postmodernisme seperti sekarang. Dan karena dituturkan dengan sederhana, kita pun bisa menangkap maknanya dengan jernih. Trio penulis skenario adaptasi-nya tak melakukan sesuatu yang radikal dari yang tertulis di novelnya, seperti yang sempat dilakukan Anthony Minghella di The English Patient. Dan kiat ini terbukti berhasil. Terlebih karena About A Boy juga didukung Hugh Grant yang bermain lebih bagus dari biasanya (mungkin karena disini ia tak bermain sebagai really nice guy) dan Toni Colette yang tampil mengesankan. Tapi yang menjadi bintang di film ini sesungguhnya Nicholas Hoult yang bermain alamiah dan berhasil meniupkan “roh” ke dalam karakter Marcus sehingga lebih bernyawa.

ABOUT A BOY

Director : Chris Weitz & Paul Weitz
Cast : Hugh Grant, Nicholas Hoult, Toni Collette
Script Writer : Peter Hedges

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: