25th Hour : 25 Jam Sebelum Kebebasan Terenggut

Satu dari sedikit aktor muda yang menonjol di jagat perfilman Hollywood adalah Edward Norton. Jika Johnny Depp yang sama muda dan gantengnya dikenal berkat aktingnya yang minimalis, Norton dikenang berkat kecakapannya memilih peran. Norton mulai disorot sewaktu permainannya di Primal Fear yang cemerlang, yang membuka ribuan pintu peluang baginya. Norton menjadi scene stealer di Primal Fear melibas Richard Gere dan Laura Linney yang dipasang sebagai bintang utama. Aktingnya yang luwes dan alamiah sebagai sebagai pemuda berkepribadian ganda mendatangkan keplokan hangat dari kritikus yang lantas berlomba melabelinya dengan segudang predikat, demi menandainya jejaknya di peta sinema internasional. Di 25th Hour, Norton tak lagi sekedar pemeran pembantu. “Harkatnya” naik sekian ratus persen dimana 25th Hour tak hanya mendudukkannya sebagai pemeran utama, tapi sedikit banyak juga menjual namanya.

25th Hour menjadi layar besar bagi Edward Norton untuk mengerahkan segenap kemampuannya. Disini ia bermain sebagai Montgomery Brogan, seorang bandar heroin yang tertangkap dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara. Dan mulailah kisah 25th Hour, 25 jam menjelang Monty, panggilan akrab Montgomery, menjejakkan kakinya di penjara. Yang mengasyikkan, begitu banyak kejadian yang menimpa Monty dalam jangka waktu tersebut. Kisah cintanya dengan gadis hitam manis nan rupawan, Naturelle Riviera (Rosario Dawson) hamper saja berantakan akibat kecurigaannya pada sang kekasih. Monty sempat berpikir, Naturelle-lah yang menjebaknya sehingga ia, barang dagangannya berikut uang hasil keringatnya menjual barang haram itu, harus disita polisi. Untungnya, Monty punya Jacob Elinsky (Philip Seymour Hoffman) dan Frank Slaughtery (Barry pepper), sahabat kentalnya sedari kecil. Keduanyalah yang menemaninya disaat – saat terakhirnya menghirup udara kebebasan. Ayahnya yang pensiunan pemadam kebakaran, tak kurang merasa kehilangan meski berusaha tetap tegar. Peristiwa – peristiwa inilah yang mengakrabkan relasi antar manusia yang sempat terputus, menjadi rekat karena momen tragis tersebut.

Sedari awal, 25th Hour mencoba menyempil dari pakem film bertema senada. Tak ada credit title hitungan mundur jam yang tertera di layar. Sentuhan seorang Spike Lee yang duduk di kursi sutradara menjadikannya terasa personal. Makin kental dengan ciri pengambilan gambar dengan angle nan unik, editing yang rapi dan yang paling penting, ilustrasi musik yang ditata Terence Blanchard. Tata musik yang menekan perasaan, menyiratkan rasa akan kehilangan seseorang. Begitu intensnya Blanchard menyelipkan musik diantara ratusan gambar sehingga tak lagi terasa sebagai tempelan, lebih layak dipujikan sebagai satu kesatuan utuh. Dari sekian banyak adegan yang memorable, ada satu yang membetot perhatian. Yaitu ketika Monty menatapi potret khayalnya di depan cermin yang mengucapkan sumpah serapah yang memerahkan telinga. Inilah puncak akting Norton yang membuatnya pantas berjulukan aktor, tak sekedar bintang film.

Di 25th Hour, tak hanya Norton yang bermain menawan. Aktris muda Anna Paquin menunjukkan kematangannya dengan perannya sebagai Mary, siswi Jacob yang seksi. Para pria selepas menyaksikan penampilannya di layar bisa jadi berfantasi “liar” karena “kecanggihan” Paquin memainkan intonasi suara, mimik dan bahasa tubuh. Tak berbekas lagi ingatan kita pada Paquin belia di The Piano yang menganugerahinya Oscar Aktris Pembantu Terbaik.

Dari sekian elemen penunjang keberhasilan 25th Hour, jangan lupa dengan blue print sebuah film bernama skenario. Esensi 25th Hour yang diadaptasi dari buku ini mulus diterjemahkan oleh David Benioff. Jangan heran, karena Benioff sendirilah yang menulis buku tersebut !

25TH HOUR

Director : Spike Lee
Cast : Edward Norton, Philip Seymour Hoffman, Barry Pepper
Script Writer : David Benioff

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: