The Princess & The Warrior : Kisah Cinta Unik Sang Putri Dan Pemuda Pejuang

Kebetulan – kebetulan senantiasa terjadi dalam hidup. Itu hal yang rasanya bisa dimaklumi banyak orang. Namun ketika kebetulan – kebetulan dibentuk menjadi sebuah kisah, dalam medium apapun, maka kebetulan – kebetulan mesti direkonstruksi dengan meyakinkan. Mesti menyertakan fakta – fakta dan logika – logika agar kebetulan – kebetulan itu menjadi masuk akal.

Saya termasuk orang yang percaya dengan kebetulan – kebetulan. Namun saya pun tak cepat percaya pada kebetulan – kebetulan yang kadang tak hirau logika sama sekali. Mungkin demikian halnya dengan Tom Tykwer yang mengolah skrip The Princess & The Warrior. Tykwer menyodorkan kebetulan – kebetulan dalam film keempatnya setelah Run Lola Run ini dengan baik, tersusun dengan formula yang tepat sehingga jadinya bisa diterima akal sehat. Jika Run Lola Run menyuguhkan warna menakjubkan dan energi kinetis, maka The Princess & The Warrior adalah Run Lola Run dengan tambahan berbagai nilai plus. Produksi 2001 ini sangat kuat dari segi eksplorasi visual dan music scoring yang dahsyat yang membuat Tykwer berhasil membuat kita memasuki sebuah dunia baru yang surreal, hampir – hampir terasa tak nyata.

Seperti saya, Sissi (Franka Potente) juga percaya pada takdir. Takdir yang dipercaya mempertemukannya dengan Bodo (Beno Furmann), pemuda yang bermusuhan dengan masa lalunya. Bodo adalah sosok pemuda pejuang yang marah pada keadaan dan tak bisa lupa dengan masa lalu nan kelam. Pertemuan keduanya pun terjadi secara kebetulan. Sissi ditolong Bodo setelah dirinya ditabrak truk. Di tengah perjuangannya melawan maut, Sissi terkenang dengan Bodo yang pada saat itu tak diketahui identitasnya. Maka mulailah Sissi menemukan Bodo yang diyakini adalah jodohnya sepanjang hidup.

Saya begitu terkesima dengan jalinan cerita yang dipilin Tykwer. Arahnya sangat susah ditebak dan pada saat bersamaan, saya pun dibuai dengan gambar indah surealis besutan Frank Griebe. Sinematografinya luar biasa menakjubkan, ditambah lagi angle kamera yang juga terlihat aneh. Sungguh berbeda. Penonton yang menjunjung tinggi cerita pun niscaya bisa terkesima dengan liukan kisah pertemuan Sissi dan Bodo, lantas perjuangan keduanya menghadapi bahaya hingga begitu beratnya perasaan Sissi menghadapi penolakan demi penolakan Bodo. Tapi mesti diingat, ini bukan kisah cinta biasa. Singkirkan dululah gambaran Anda mengenai stereotipe penggambaran muda – mudi yang dimabuk cinta.

Maka kita gampang dibuat trenyuh melihat Sissi ditolak , ditolak dan ditolak lagi oleh Bodo. Sebagai sesama pria, alasan Bodo tentu sangat masuk akal. Siapa yang bisa percaya bahwa Sissi sering memimpikan Bodo, pria yang sebelumnya tak dikenal dalam mimpinya. Pria cenderung mempercayai logika, ketimbang perasaan. Disinilah Tykwer mempermainkan perasaan penonton dengan membenturkan karakter Sissi dan Bodo.

Saya pun gampang kasihan pada Sissi melihat perjuangannya tak kenal lelah. Kasihan melihatnya diusir seperti binatang. Bisa dipastikan itu berkat akting Potente yang menunjukkan performa-nya yang top notch disini. Seperti saya juga bisa jengkel luar biasa pada Bodo yang memperlakukan Sissi dengan kasar, dan disaat lain bisa mengerti dengan kemarahannya yang meledak. Selain karena pameran akting pasangan bintang ini, itu juga berkat skrip apik buatan Tykwer sendiri.

Di satu titik, The Princess & The Warrior ingin berceramah tentang banyak hal. Tentang perasaan kehilangan, kesepian ditinggal seorang terkasih, kematian hingga pengorbanan sesama manusia. Tapi Tykwer bisa menahan diri untuk meramunya dalam takaran yang tepat, sehingga banyak unsur itu bisa bersatu dalam sebuah paket. Tykwer bisa membesut The Princess & The Warrior dengan gaya, tanpa perlu kehilangan arah.

THE PRINCESS & THE WARRIOR

Director : Tom Tykwer
Cast : Franka Potente, Benno Furmann, Joachim Krol
Script Writer : Tom Tykwer

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: