The Omen : Sekedar Manfaatkan Angka Keramat “666”

Apa istimewanya tanggal 6 Juni 2006 ? Bagi penggagas ide remake film The Omen, angka tersebut punya segudang makna. Bahwa angka itu menandai rilisnya The Omen, tepat 30 tahun setelah film “aslinya” dilepas ke pasaran. Angka tersebut jika dideretkan menjadi 666 juga menjadi angka “misterius” yang oleh sebagian besar orang diartikan sebagai kode/simbol bagi setan atau iblis. Saya pun berpikir bahwa mudah – mudahan The Omen dibuat ulang bukan semata atas alasan itu, tapi kreator-nya punya urgensi dalam menyampaikan penafsiran baru atas film yang sudah dianggap jadi legend itu.

Sayangnya, ketakutan saya menjadi kenyataan. Bahwa The Omen versi 2006 adalah sekedar fotokopi dari The Omen yang dibesut Richard Donner. Nyaris tak ada hal baru yang diungkap oleh John Moore yang dipercayai menyutradarai film ini. Tak ada kejutan, sekedar kaget tanpa arti. Ditambah lagi oleh Moore yang ternyata adalah seorang pendongeng yang buruk. Hanya beberapa hal yang tak esensial saja yang diubah, selebihnya serba mengulang formula lama.

Adalah pasangan suami istri Thorn, Robert (Live Schrieber) dan Kate (Julia Stiles) yang menunggu dengan penuh debar kehadiran putra pertama mereka. Sayangnya, putra yang telah lama dinantikan meninggal dunia. Robert yang percaya bahwa istrinya sangat menanti kehadiran buah hati, mengambil jalan pintas : mengangkat anak dari seseorang yang tak diketahui asal – usulnya.

Awalnya tak ada masalah dalam membesarkan putra yang diberi nama Damien (Seamus Davey-Fitzpatrick) itu. Namun pelan tapi pasti, Damien menunjukkan “keberadaannya” yang berbeda dari anak sebayanya. Dimulai dengan tragedi mengerikan di tengah pesta ulang tahunnya ketika pengasuhnya nekat terjun dari atap rumah. Cerita selanjutnya bagi yang sudah melihat The Omen buatan 30 tahun lampau, akan sangat gampang ditebak. Well, cuman segitu doang yang jadi kebisaan penggagas ide remake film yang punya banyak penggemar fanatik ini.

Jadinya memang susah mengomentari film ini. Apanya yang mau dikomentari ? Karena memang serba tak istimewa. Yang sudah pernah melihat versi lamanya, niscaya akan ngedumel dan mencaci maki film ini. Tapi bagi penggemar horor mutakhir film Indonesia masa kini, bisa jadi akan menemukan keasyikan tersendiri. Karena disini tak ada setan yang dimunculkan, tapi toh tetap saja membuat penonton terkaget – kaget dan ketakutan.

Sayang memang, Moore tak mengeksplorasi The Omen dengan mempertahankan bagian yang memang sudah baik dan menambal bagian – bagian yang kurang rapi dari film aslinya. Padahal ia bisa saja melakukannya. Misalnya saja, mengutak – atik makna angka 666, yang sebenarnya multitafsir. Angka ini toh bukan hanya perlambang ke-iblis-an, tapi juga bisa jadi kode nama seseorang. Secara berseloroh, seseorang di internet bahkan iseng merangkai nama sejumlah orang penting dunia, seperti Bill Gates, Adolf Hitler dan Joseph Stalin. Hasilnya, ketiganya punya kode sama : 666 !

THE OMEN

Director : John Moore
Cast : Live Schreiber, Julia Stiles, Seamus Davey-Fitzpatrick
Script Writer : David Seltzer

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: