The Manchurian Candidate : Konspirasi Busuk Elit Politik

Dunia politik adalah dunia yang busuk, sebuah dimensi yang mengaburkan batas antara pertemanan dan permusuhan, menghalalkan segala macam cara demi mencapai tujuan dan sederet imej negatif lainnya. Apa boleh buat, ini sebuah realitas yang terjadi. Mungkin tidak semua melakukannya, namun ketika nekat terjun ke dunia politik, sama artinya merelakan diri berkubang dalam lumpur kenistaan. Maka, tak salah jika beberapa orang mengolok – olok dunia politik dengan pemeo yang yang sudah disesuaikan pula, “All’s fair in love, war and politics”.

Beberapa judul film mengolok – olok tingkah polah politik dengan segala persoalan yang melingkupinya, dengan kemasan yang penuh humor. Hasilnya film seperti The American President (Rob Reiner) yang memperlihatkan kemanusiawian seorang presiden ketika tengah jatuh cinta. Ya, ternyata presiden pun sama saja dengan kita ketika virus cinta menyerangnya. Di kutub lain, persoalan politik dibahas dengan sangat serius. Judul – judul seperti JFK dan Nixon (dua – duanya besutan Oliver Stone) mampu menyentak emosi dan membetot perhatian karena sejumlah ide ditawarkan oleh si penulis skenario. Hasilnya, memang sulit membedakan antara yang realitas dan rekayasa.

Tapi The Manchurian Candidate hanyalah rekayasa dari seorang novelis bernama Richard Condon. Versi 2004 pun merupakan interpretasi ulang dari film buatan 1962 yang dibintangi Frank Sinatra dan Angela Lansbury. Jika sempat memirsa keduanya, terasa betapa brilian Daniel Pyne yang diserahi tugas menulis skenario-nya, mengutak – atik materi tersebut dan disesuaikan dengan setting kekinian. Rasanya memang sungguh tak mungkin untuk setia betul pada film aslinya. Jadinya setting Perang Korea diubah menjadi Perang Teluk, sisanya masih nyaris mirip dengan versi 42 tahun silam. Begitupun, jika tak pandai mengolah cerita, niscaya akhir maupun jalinan cerita dengan gampang tertebak. Dan disinilah peran seorang sutradara yang mampu mentransformasi material yang cukup kuat, sedikit memberi polesan kanan – kiri, memilinnya ke arah yang cenderung tak tertebak dan hasilnya, The Manchurian Candidate versi Jonathan Demme menjadi sebuah film dengan beberapa kejutan yang cukup berarti.

Namun tak mungkin-lah membocorkan kejutan itu disini karena akan merusak ekspektasi mereka yang belum menonton. Baiknya menelaah struktur penceritaan ala Demme yang melingkar – lingkar, mungkin membuat pusing kepala bagi penonton yang terbiasa disuguhi sajian ringan, namun sesungguhnya cukup asyik untuk dinikmati. Yang membuat The Manchurian Candidate terasa “berat” juga terletak pada konten cerita yang berkisar pada konspirasi politik tingkat tinggi hingga penyalahgunaan teknologi. Yang dengan gampang tertangkap disini adalah ambisi seorang ibu, senator Eleanor Shaw (diperankan dengan meyakinkan oleh Meryl Streep) demi mengantarkan anaknya, Robert Shaw (Live Schreiber) ke jenjang tampuk pemerintahan hingga mencapai kursi wakil presiden.

Lantas, Demme mengkait – kaitkan meroketnya Shaw di pentas politik dengan kegiatannya di Perang Teluk. Rupanya, ada rahasia besar yang dipendam Shaw selama bertahun – tahun. Rahasia yang disadari pimpinannya kala itu, Bennett Marco (Denzel Washington). Marco berulang kali mencoba menjalin kontak dengan Shaw daPn mengemukakan pendapatnya. Apa daya, pengaruh sang ibu lebih kuat terhadap Shaw sehingga apapun dilibas demi pencapaian karir politik.

Dan memang gerah juga menyaksikan trik – trik permainan politik kotor, mengorbankan orang – orang tak berdosa hanya demi setumpuk ambisi. Dalam The Manchurian Candidate, Demme juga nekat mengurung penonton dengan perasaan tak nyaman melalui berbagai elemen yang dipadukannya. Tapi jika mau bersabar, film ini boleh menjadi pilihan atas keberaniannya mengusung tema berbeda. Begitupun, susah membandingkan antara The Manchurian Candidate versi 2004 dengan produksi 1962. Masing – masing tentu punya kelebihan. Penonton menjadi juri yang paling arif dalam menentukannya.

THE MANCHURIAN CANDIDATE

Director : Jonathan Demme
Cast : Denzel Washington, Meryl Streep, Live Schreiber
Script Writer : George Axelrod

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: