The Experiment : Sebuah Eksperimen Gila

Hollywood punya sejarah buruk dengan remake. Ketika mendaur ulang sejumlah film sukses, alih-alih berhasil, biasanya malah jadi blunder. Mendaur ulang memang tak sekedar melakukan pengambilan gambar ulang dengan mengganti pemain-pemain maupun jajaran tenaga ahli didalamnya. Namun juga memberi nafas baru bagi film hasil daur ulang sehingga hasilnya bisa setaraf dengan film “asli”-nya.

Tahun 2001 Jerman menghasilkan film berjudul Das Experiment. Di tangan sutradara Oliver Hirschbiegel, film tersebut menjadi teror tingkat tinggi bagi penontonnya. Bukan meneror secara visual, namun sesungguhnya meneror secara mental. Bayangkan sebuah kondisi dimana 26 orang laki-laki menjadi obyek uji coba dari sebuah eksperimen. Mereka dimasukkan kedalam sebuah penjara, dimana sebagian dari mereka diberi peranan sebagai penjaga dan selebihnya menjadi tahanan.

Apa sesungguhnya yang ingin diuji dari eksperimen itu? Terutama adalah bagaimana manusia menjalankan sejumlah nalurinya yang juga dimiliki oleh binatang. Bahkan dalam level yang lebih menyeramkan (bahkan mungkin terdengar “gila”), eksperimen ini sesungguhnya ingin menguji hipotesa : benarkah manusia lebih tinggi derajatnya dari kera?

Dengan kompleksitas cerita seperti itu, terlihat bahwa sesungguhnya Das Experiment bukanlah materi yang dengan gampang didaur ulang. Perlu kecermatan untuk mengolah materi tersebut dan memberinya nafas baru. Karena bagaimanapun, hasilnya seharusnya tetap menjadi sebuah film “baru” yang utuh, walaupun tentu saja tak bisa menghindarkan diri dari jejak-jejak film “asli”-nya.

Maka Paul Scheuring mengambil alih tugas berat ini. Scheuring yang berpengalaman dengan Prison Break tahu bagaimana ia harus menempatkan diri melihat materi yang dipunyainya. Pengalamannya pula yang membuatnya percaya diri untuk menerima tantangan. Direkrutlah sejumlah aktor kelas kakap Hollywood seperti Adrien Brody yang pernah meraih Oscar dan Forest Whitaker yang pernah nyaris meraih Oscar. Dua aktor besar beradu dalam sebuah film tentu saja menjadi tawaran menarik bagi penggila film.

The Experiment pun dengan tertib memulai kisahnya yang hampir sama dengan film “asli”-nya. Dan secara keseluruhan sesungguhnya film ini dieksekusi dengan baik oleh Scheuring. The Experiment dibuka dengan footage yang dengan cerdik memadu padankan gambar antara keberingasan manusia dan hewan. Lantas musik pun dihadirkan “menekan” sejak awal yang seperti mempersiapkan penonton memasuki area thriller.

Namun karena adanya campur tangan Hollywood disini, maka sejumlah elemen terasa lebih halus. Berbeda dengan Das Experiment yang fokus betul pada eksperimen di penjara, maka The Experiment memberi sedikit bumbu romantisme. Karena sifatnya hanya bumbu, maka jika disisihkan pun sebenarnya tak akan mengganggu keseluruhan film.

Perbedaan terbesar dari keduanya adalah “disingkirkannya” peranan sejumlah dokter yang menganalisa eksperimen itu. Disinilah terasa terkikisnya nafas dari problematika yang ingin diungkapkan. Hasilnya memang, tampak dari luar The Experiment hanyalah pertentangan antara “yang berkuasa” dan “yang dikuasai”. Dan jika Das Experiment berhasil membuat cerita seperti berlapis-lapis dengan perkembangan karakter menarik dari hampir setiap tokohnya, maka The Experiment mengalami kegagalan disana.

Bisa jadi karena itulah akhirnya film ini harus mengalami nasib buruk. Di negeri asalnya, film ini tak mendapat jatah tayang di bioskop dan langsung beredar dalam bentuk video. Sekali lagi, ini menjadi pengalaman bagi mereka yang berniat mendaur ulang sebuah karya. Boleh saja tersengat dengan ide brilyan dari sebuah film, namun pertimbangkan dengan matang sekiranya karya tersebut memang memungkinkan untuk ditafsir ulang dengan cara remake. Jika tidak, maka masih banyak yang mesti melalui pengalaman buruk seperti yang dialami The Experiment.

THE EXPERIMENT

Director : Paul Scheuring
Cast : Adrien Brody, Forest Whitake, Cam Gigandet
Script Writer : Paul Scheuring

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: