Silence of the Lambs : Laki-laki, Psikopat Dan Saling Mengagumi

Inilah sebuah karya yang dipujikan sebagai salah satu genre thriller terbaik yang pernah dibuat. Direkonstruksi dari novel Thomas Harris, film ini dengan cerdas namun hati-hati mencoba membongkar isi kepala psikopat. Yes, mereka yang bisa membunuh seseorang tanpa perasaan apapun. Dan bisa menguliti korbannya dalam keadaan hidup. Bahkan dalam skala yang lebih mencengangkan, memakan isi perut korbannya.

Mari berkenalan dengan Hannibal Lecter (Anthony Hopkins), psikopat nomor wahid dengan kecerdasan tak tertandingi. Dengan tenang, ia bisa berujar demikian ”I ate his liver with some fava beans and a nice Chianti”. Tatapannya tajam dengan perilaku nan sopan dan penampilan klimis. Jangan terkecoh dengan penampilannya karena ia telah mengoleksi sejumlah korban yang berbuah dengan penahanannya di penjara dengan keamanan maksimum.

Suatu ketika, Amerika geger. Ketika seorang psikopat berjulukan Buffalo Bill ( ) yang telah membunuh 5 perempuan bertubuh besar untuk dikulitinya. Amerika cemas dan menunjuk seorang yang belum lagi resmi menjadi agen FBI untuk terlibat menangani kasus pelik itu.

Sekarang, mari berkenalan dengan Clarice Starling (Jodie Foster), sosok perempuan dengan daya tarik tarik tersendiri yang juga dianugerahi kecerdasan berpikir. Dialah yang “ketiban pulung” untuk membantu mengungkap siapa sesungguhnya Buffalo Bill. Dan ia, meski dengan gentar, mencari tahu pada Lecter. Lihat Starling dan Lecter. Oleh Jonathan Demme yang menjadi sutradara The Silence of The Lambs, mereka diposisikan laiknya murid dan guru. Starling yang hijau harus belajar pada Lecter yang berpengalaman.

Dunia Starling adalah dunia laki-laki. Penunjukannya sebenarnya pun punya alasan politis tertentu yang telah dikalkulasikan dengan tepat. Dan penunjukan itu memang tak salah. Starling yang terhimpit diantara para lelaki menunjukkan superioritasnya.

Skenario The Silence of The Lambs yang berlapis-lapis dan rumit ibaratnya hidup itu sendiri. Dan inilah kesempatan dimana kita bisa menyaksikan sebuah study of character yang cemerlang. Karakter Starling yang perempuan dan terkadang rapuh dibentrokkan dengan Lecter yang kuat dan kejam. Yang menjadi poin tersendiri adalah ketika bagaimana skenario membangun hubungan mereka berdua didasari kepercayaan lantas sebuah keterikatan emosi dan berakhir pada saling mengagumi. Yes, Starling mengagumi Lecter atas dasar kejernihannya berpikir dan Lecter mengagumi Starling atas kegigihannya membongkar kasus.

Dan skenario yang cemerlang didukung dengan penyutradaraan yang solid menemukan sumbunya ketika berpadu dengan departemen akting yang pas. Pemilihan Hopkins sebagai Lecter tak pelak lagi mesti dipujikan. Hopkins tak lagi berakting, ia menjadi Lecter disini. Dengan daya kharisma yang kuat, ia membetot perhatian penonton. Dan Demme percaya penuh pada Hopkins. Ia memberinya begitu banyak close-up yang mampu memotret detil sorot matanya, kerlingan alisnya hingga tarikan kulit di pipinya. Apa boleh buat, hingga detik ini Hopkins tak kuasa keluar dari dahsyatnya pesona Lecter. Orang akan selalu mengingatnya sebagai Lecter dan akan selalu menganggap Lecter sebagai penjahat paling ditakuti dalam film.

Keberhasilan terbesar The Silence of The Lambs adalah keluar dari stereotipe. Yes, stereotipe seperti lagu yang terus berulang di telinga hingga tak lagi terdengar merdu ketika dinyanyikan puluhan kali. Sebagai thriller, tak ada musik yang menggedor jantung atau mengagetkan tiba-tiba. Juga tak ada obyek yang muncul tiba-tiba di depan kamera. The Silence of The Lambs juga mengedepankan sosok herone (pahlawan perempuan, dalam hal ini Starling). Dan tentu saja, Hopkins yang mengejawantahkan semua anggapan yang bersemayam di imaji kita tentang psikopat. Inilah psikopat jenis baru dalam era terkini.

THE SILENCE OF THE LAMBS

Director : Jonathan Demme
Cast : Jodie Foster, Anthony Hopkins, Scott Glenn
Script Writer : Ted Tally

Iklan
Comments
2 Responses to “Silence of the Lambs : Laki-laki, Psikopat Dan Saling Mengagumi”
  1. silentofthelamb berkata:

    salah satu film thriller yg aku suka makanya blogku kukasih nama Silent of the lamb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: