This is It : This Is Michael Jackson

Michael Jackson adalah sebuah pentas. Pentas yang digdaya dan berskala besar. Tapi ia juga manusia yang akrab dengan sepi. Sebuah efek ‘kejam’ dari popularitas yang menghimpitnya sejak bocah. Paradoks antara Michael yang ‘wah’ di panggung dan Michael yang ‘miskin’ di kehidupan nyata memang menjadikannya sosoknya menarik dalam berbagai sisi.

Tapi tentu saja kita tak bisa melupakan kritiknya, suara hatinya maupun protesnya dalam berbagai lagu yang diciptakan sekaligus dilantunkannya sendiri. Coba dengar lagi Black or White atau Earth atau Childhood. Michael berteriak soal masyarakat yang secara tak adil mengelompokkan antara seorang dengan orang lainnya melalui warna kulit. Atau jeritan hatinya ketika melihat bumi yang dicintainya perlahan dirusak oleh penghuninya sendiri. Dan ia juga bisa lirih berkisah tentang masa kecilnya yang terenggut.

Sebagai sebuah pentas, Michael Jackson adalah sosok tak tertandingi. Belum ada satu artis pun di dunia ini yang bisa menyatukan kemampuan mencipta lagu, mendendangkannya, lantas mentransfernya kedalam energi gerak tubuh dan mengkolaborasikannya dengan berbagai elemen sehingga menjadi pentas yang megah. Seperti yang terlihat dalam dokumenter This Is It.

This Is It adalah sebuah harta berharga bagi industri musik. Ia menjadi dokumenter musik yang merekam dengan baik bagaimana mempersiapkan pertunjukan musik yang jika betul-betul terlaksana akan menjadi sensasi abad ini. Dan Michael Jackson menjadi otak semuanya. Ia sebuah pentas, tapi ia bukan boneka. Ia adalah dalang sekaligus wayangnya. Posisi yang jarang bersatu dalam sesosok manusia.

Kenny Ortega menyatukan potongan demi potongan persiapan konser mengagumkan itu sehingga punya alur laiknya sebuah film cerita, dan sungguh enak dinikmati tak hanya bagi pengagum Michael Jackson. Dan disana Jackson memang tampil bak dewa. Di usianya yang 50 tahun, tak tampak-tampak tanda ia akan surut. Ia tetap gagah mengumandangkan suaranya, tetap lincah bergerak yang membuat para penari latarnya yang berusia jauh lebih muda terkagum-kagum dan ia tahu betul apa yang ingin dilakukannya. Inilah yang harus digarisbawahi. Ia begitu detail mengoreksi berbagai hal, dari tarian hingga musik, dari sorot lampu hingga rekaman video yang melatari panggung.

Dan tak tampak sedikitpun ia berteriak, marah-marah, temperamental. Ia bisa dengan halus mengkritik para kolaboratornya sehingga mereka bisa menerima. Sekali lagi, karena ia tahu apa yang ingin dilakukannya. Ia tahu bagaimana memuaskan penggemarnya.

”This is the final curtain …….” kata Jackson di London di depan ratusan penggemarnya yang histeris. Sebuah penanda bahwa ia ingin menutup karirnya dengan cemerlang. Dan ia ingin menutupnya tanpa noda sedikitpun.

Tapi hidup memang tak bisa diatur. Jackson malah menutup karirnya dengan ending yang tak bisa dibilang cemerlang. Dan penggemar pun histeris, menangisi kematian sang dewa. Michael Jackson adalah sebuah pentas, namun skenario Tuhan rupanya tak sesuai yang diinginkannya. Ia pergi tanpa pamit, meninggalkan beribu tanya, juga tangis yang bertebaran di udara.

Dan This Is It pun menjadi penting di tengah ending yang datang tiba-tiba. Karena merekam episode hidup seorang penghibur sejati. Yang melakukan semuanya untuk penggemarnya. Melakukan apapun untuk mereka yang dicintainya.

This Is It. This is Michael Jackson. This is the end of him.

THIS IS IT

Director : Kenny Ortega

Iklan
Comments
One Response to “This is It : This Is Michael Jackson”
Trackbacks
Check out what others are saying...
  1. […] This post was mentioned on Twitter by resensifilm1111 and others. resensifilm1111 said: Inilah (the real) Michael Jackson! http://tinyurl.com/26mfx5d cc @pramborsbandung @paramuda937fm @PramborsJogja @RadioB956fm @TraxFMJKT […]



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: