The Village : Blunder Bagi Shyamalan

M Night Shyamalan mulai terangkat namanya sejak sukses komersial dan artistik film Sixth Sense. Sixth Sense tak hanya dipuji banyak kritikus sebagai film horor yang intens, namun juga melambungkan nama aktor cilik Haley Joel Osment. Osment yang sebelumnya sudah banyak lalu lalang di berbagai penampilan, baru benar – benar diperhatikan setelah perannya sebagai anak yang “dianugerahi” kelebihan mampu melihat arwah. Penggemar film horor sejati kemungkinan masih akan terus terkenang bagaimana upaya Shyamalan menakut – nakuti penonton menit demi menit dan berhasil hingga akhir. Tradisi itu lalu diteruskannya di Unbreakable dan Signs. Tapi tak semua upaya Shyamalan berhasil. Di The Village, Shyamalan yang sukses membuat penonton tercekat ketakutan di beberapa adegannya, justru tega membuat ending film yang benar – benar membuat penonton sebal. Seperti apakah itu ?

Dalam The Village, Shyamalan ingin berkisah tentang banyak hal. Tentang sekelompok masyarakat yang mengasingkan diri di tengah hutan, tentang niat mereka untuk tak melakukan kontak dengan dunia luar, juga tentang dahsyatnya kekuatan cinta. Dari sekian elemen, yang disebut terakhir-lah yang mungkin paling dikenang penonton kebanyakan.

Ivy Walker (Bryce Dallas Howard) yang jatuh cinta dengan Lucius Hunt (Joaquin Phoenix) tak kuasa menahan pedih ketika menyaksikan kekasihnya ditikam Noah Percy (Adrien Brody). Tak tega menyaksikan kekasihnya sekarat, Ivy nekat meminta izin pada ayahnya (William Hurt) yang merupakan tetua di masyarakat itu. Padahal ayahnya sudah pernah bersumpah tak akan membolehkan siapapun melintasi Covington Woods yang terkenal dengan makhluk Yang Tak Bisa Diucapkan. Tapi melihat kekerasan hati putrinya, luluh pula-lah ia dan mengijinkan putrinya yang buta mengarungi hutan demi mencari obat bagi sang kekasih.

Kisah percintaan dalam The Village memang jadi begitu menghanyutkan akibat intensitas permainan bintang baru, Bryce Dallas Howard (putri sutradara kawakan, Ron Howard). Susah untuk tak memberinya aplaus berkat kesungguhan memberi roh dan semangat pada tokoh Ivy Walker. Siapa yang tak iba dan tak tergugah menyaksikan kesungguhan Ivy menapaki dunia luar, dunia yang tak pernah dipijak sebelumnya. Nah, disinilah blunder-nya The Village. Film yang diniatkan sebagai tontonan horor ini justru tak semisterius yang dibayangkan. Oke-lah masih ada beberapa adegan yang membuat penonton terkejut setengah mati, tapi tak sedahsyat yang ditampilkan Shyamalan seperti dalam Sixth Sense dan Signs. Terlebih, teganya Shyamalan mengakhiri cerita yang justru mengubur dalam – dalam ekspektasi penonton. Apa boleh buat, sampai disini Shyamalan tak hanya membuat penonton tertipu, tapi juga sebal !

Maka jangan heran, jika review atas The Village sebagian besar bernada buruk. Roger Ebert yang biasanya tak terlampau pelit memberi pujian, hanya memberi ponten C- dengan embel – embel “a colossal miscalculation”. Padahal Signs disanjung Ebert setengah mati dan diberinya nilai A. Ya, The Village memang seperti pelari jarak jauh yang berlari kencang di start namun tak mampu memperhitungkan dayanya hingga keteteran menuju finish. Padahal, The Village sungguh diuntungkan dengan ilustrasi musik nan mencekam kreasi James Howard Newton. Bukan teriakan “Aaawww !” yang pantas ditujukan pada The Village, tapi teriakan “Apaaa ?” Pastinya teriakan itu ditujukan pada ending film yang membuat semua kisah yang sudah dibangun indah Shyamalan sejak awal, jadi rontok tak bersisa. Maunya mungkin membuat penonton tertipu, tapi jangan harap akan membuat penonton jadi senang. Bukannya senang tapi malah sebal !

THE VILLAGE

Director : M Night Shyamalan
Cast : Bryce Dallas Howard, Joaquin Phoenix, Adrien Brody
Script Writer : M Night Shyamalan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: