Untuk Rena : Sajian Khusus Untuk Keluarga

Ketika mengenang masa kanak – kanak, sebagian besar orang mengingatnya dengan mata berbinar. Masa kanak – kanak memang masa paling indah dimana kepolosan dan warna – warni hidup masih murni tak terjamah. Maka banyak orang yang terinspirasi karenanya. J.M Barrie salah satunya. Di tahun 1904, Barrie membuat karya yang menjadikannya sangat terkenal, Peter Pan. Sebuah kisah tentang lelaki yang tak ingin jadi dewasa. Begitu dahsyatnya masa kecil yang indah, membuat seorang Riri Riza pun tak keberatan membuat film anak – anak hingga dua kali.

Ketika tahu bahwa Riri membuat Untuk Rena, kita pun akan mahfum jika banyak yang akan mengaitkannya dengan Petualangan Sherina yang meroketkan namanya. Sekilas mungkin tampak serupa mengingat keduanya mengincar target penonton yang sama, tapi Petualangan Sherina dan Untuk Rena adalah dua produk yang sungguh berbeda. Jika Petualangan Sherina dikemas dengan nuansa adventure, action plus komedi yang dicampur jadi satu, maka Untuk Rena sesungguhnya “hanya” sebuah film yang sederhana. Sebuah film yang “hanya” mengangkat nilai – nilai kebersamaan, perasaan kehilangan hingga keinginan untuk saling memaafkan. Justru dibalik kesederhanaannya, Untuk Rena tampil lebih memikat. Dibandingkan dengan Gie sekalipun, saya tetap memilih Untuk Rena sebagai karya terbaik Riri setelah Eliana Eliana.

Untuk Rena dengan gampang membuat jatuh hati berkat kepolosan dan tingkah laku 5 anak penghuni Rumah Matahari. Mereka adalah si “bungsu” Hamdani (Raja Khalil Gibran), Topan (Aldy Zulfikar), Sri (Afifah Isykarima), Kenny (Sally Ann Gething) dan Rena (Maudy Ayunda). Sebagai anak paling besar, Rena-lah yang sering melindungi “adik – adiknya”, sekaligus mengomandoi segelintir perbuatan kocak ketika para calon orang tua angkat datang. Rena cs yang tak ingin salah satu diantara mereka “diangkat” anak, selalu saja membuat Ibu Tia (Karlina Inawati) geleng – geleng kepala. Tapi kita bisa sangat mengerti kenapa Rena berbuat demikian. Penyebabnya karena kehangatan Rumah Matahari yang tak tergantikan oleh apapun. Riri yang dibantu Key Mangusnong yang menyusun skenario, membuat kehangatan itu terasa menyesap didada. Seperti kesejukan hawa Cipanas yang tiba – tiba merasuk di kalbu berkat lansekap – lansekap indah dengan nuansa hijau yang menyegarkan hasil karya Ipung Rahmat Syaiful.

Tapi kehangatan itu hampir saja terkoyak karena kehadiran Oom Yudha (Surya Saputra). Pria muda ini awalnya sangat disenangi Rena cs hingga suatu ketika sebuah fakta tersibak. Menyenangkan bagi Hamdani, Kenny, Sri dan Topan, tapi terasa getir bagi Rena. Yudha ternyata adalah ayah kandung Rena yang tak menjenguknya selama bertahun – tahun. Amat perih bagi seorang gadis cilik seusia Rena ketika tahu bahwa ayah yang pernah mencampakkannya datang lagi. Inilah inti dari film Untuk Rena yang sungguh tepat diputar di bulan puasa. Untuk Rena kembali menyadarkan kita untuk bisa membuka pintu maaf selebar – lebarnya.

Durasi yang cukup panjang tak membuat film ini monoton dan membosankan. Karena Key punya sejumlah tokoh ciptaannya yang punya porsi tak terlampau besar, tapi mampu menarik perhatian. Mulai dari Ichiki (Nobuyuki Suzuki), pria Jepang yang menghargai betul kebersamaan dalam keluarga hingga Pak Sutan yang asal Aceh dan keluarganya tercerai berai akibat bencana. Riri juga sangat telaten mengatur ritme sehingga cerita sesederhana ini juga masih bisa dibengkok – bengkokkan.

Jadinya memang sulit mencari “kelemahan” Untuk Rena. Kasting yang memikat, ilustrasi musik yang mengkilap garapan Djaduk Ferianto, pun soundtrack dari Mocca yang membuai menjadi nilai plus film ini. Salahnya mungkin hanya karena film ini tak terlalu “nikmat” dicerna anak – anak, karena ada sisipan problem orang dewasa didalamnya. Problem yang mungkin tak dimengerti oleh mereka. Selebihnya, Untuk Rena adalah salah satu film Indonesia terbaik tahun ini.

UNTUK RENA

Director : Riri Riza
Cast : Maudy Ayunda, Surya Saputra, Karlina Inawati
Script Writer : Key Mangunsong

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: