Hello, Stranger! : Komedi Romantik Menyegarkan Dari Thailand

Sudah lama filmmaker dalam negeri iri dengan Thailand. Negeri yang sesungguhnya punya sejarah sinema yang kurang lebih sama dengan Indonesia itu ternyata dalam beberapa segi menunjukkan perkembangan luar biasa. Jiki ditilik lebih dalam, semuanya bermuara pada adanya keberpihakan pemerintah dalam melindungi budaya, termasuk didalamnya produksi film. Maka melengganglah film produksi anak negeri di bioskop Thailand dengan proteksi tertentu dari pemerintah.

Namun bukan cuma itu saja yang membuat perkembangan film Thailand makin membuat iri. Salah satunya justru karena mereka mencoba untuk mengksplorasi keunikan demi keunikan yang membuat kekhasan film asal negeri gajah putih itu menjadi buah bibir dunia. Siapa yang bisa menyangsikan kedigdayaan horor Thailand yang diadopsi oleh Hollywood dan menjadi trend beberapa waktu lalu. Dan eksplorasi terus dilakukan oleh filmmaker disana. Setelah horor, kini mereka mencoba “menjajah” dunia dengan ide tentang romantisme. Perwujudannya ditandai dengan meluncurnya film Bangkok Traffic Love Story yang tak lama berselang disusul oleh Hello, Stranger.

Komedi romantis boleh jadi dikenang oleh pecandu film sebagai “milik” Hollywood. Sejak sukses When Harry Met Sally, maka mulailah pabrik film terbesar dunia itu kecanduan. Sayang, candu itu tak diimbangi kreatifitas. Repetisi demi repetisi terlihat, kisah nan formulaik pun bertebaran di sejumlah judul. Syukurnya karena masih ada 1 – 2 judul yang memperlihatkan adanya pendobrakan tema. Seperti yang diperlihatkan film (500) Days of Summer (diputar di JIFFest 2010).

Hello, Stranger hadir dengan semangat untuk mendobrak. Juga semangat untuk mengkritik. Sutradaranya Banjong Pisanthanakun (alumnus sejumlah horor Thailand legendaris itu) rupanya gerah dengan “penjajahan” yang dilakukan serial Korea di Thailand. Melodrama mendayu-dayu merasuki berbagai sendi kehidupan, bahkan hingga ke ruang paling intim disana. Tapi Pisanthanakun punya cara cerdik untuk mengkritik. Ia tak marah, ia malah berkelakar. Dan dengan caranya yang brilyan, kritik itu tepat sasaran.

Melalui tokoh utama wanitanya, Pisanthanakun mengkritik. Ia memperlihatkan sang wanita yang bepergian sendiri ke Korea untuk mengunjungi sejumlah lokasi syuting serial Korea terkenal yang dengan cerdiknya dijadikan obyek wisata oleh pemerintah Korea. Sang tokoh wanita (Neungtida Sophon) tak sengaja bertemu dengan tokoh utama pria di film ini. Sang pria (Chantavit Dhanasevi) rupanya tertinggal bis yang harusnya membawanya berkeliling di Korea. Maka nasib mempertemukan mereka. Tapi jauh dari klise komedi romantis, Pisanthanakun mengelola sebuah premis dimana kedua tokoh yang akhirnya saling kenal, akrab dan bisa bercanda tanpa batas itu sepakat untuk tak saling kenal satu sama lain. Bahkan nama sekalipun! Dan disinilah kecanggihan Hello, Stranger sekaligus keberanian Pisanthanakun menantang dirinya sendiri. Ia mencoba berkelit dari formula komedi romantis yang melegenda dan berhasil.

Lelucon cair berhamburan disana-sini dan meledakkan tawa penonton. Dan itu dipelihara terus oleh Pisanthanakun sehingga membuat komedi ini jauh dari membosankan. Skrip yang ditulis dengan baik oleh Pisanthanakun dibantu oleh Dhanasevi berhasil dieksekusinya dengan baik. Dan kunci komedi romantis sesungguhnya terletak pada reaksi kimiawi antara dua karakter utamanya. Dhanasevi tampil mengesankan sebagai pria canggung dengan lelucon kasar namun punya luka hati menganga. Sementara Sophon memperlihatkan sisi loveable yang hanya dipunyai segelintir aktris. Dan keduanya memang bekerjasama dengan baik untuk memperlihatkan reaksi kimiawi itu ke hadapan penonton.

Kini filmmaker dalam negeri boleh kembali iri dengan Thailand berkat kehadiran Hello, Stranger. Karena perfilman tanah air sungguh jarang diramaikan genre komedi romantis. Tahun 2008 Awi Suryadi sempat hadir dengan karya menarik dari genre tersebut dengan judul Claudia/Jasmine. Sayangnya sampai saat ini belum ada lagi yang mengikuti jejak Awi. Mari berharap setelah menonton Hello, Stranger, filmmaker dalam negeri terkesan dan mencoba mengikuti jejak Pisanthanakun.

HELLO, STRANGER

Director : Banjong Pisanthanakun
Cast : Chantavit Dhanasevi, Neungtida Sophon
Script Writer : Banjong Pisanthanakun, Chantavit Dhanasevi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: