Up : Meraih Impian, Jelajahi Angkasa

Animasi di pentas dunia awalnya didominasi Disney. Lantas bermunculan kompetitor seperti Dreamworks hingga Pixar. Semua hadir dengan ciri khasnya masing-masing. Bagi penggila film, Pixar bisa jadi dinilai terdepan. Ada alasan yang menjadikan Pixar dinilai lebih unggul dari Disney pun Dreamworks. Tak lain dalam hal bagaimana mereka melahirkan karyanya. Pixar dianggap sinonim dengan inovasi, karya demi karya dihasilkan dengan visi yang jauh kedepan. Dan Pixar berani mengolah cerita yang tak hanya membuat anak usia 7 tahun bisa menikmati. Mereka mulai sadar bahwa animasi bisa dijalankan dengan cara apapun dan dengan muatan apapun.

Lihat saja Up, kreasi nomer sekian dari Pixar. Melihat sepintas terkesan film ini adalah film yang hanya akan memuaskan anak-anak saja. Tapi coba tonton filmnya dan pelan-pelan Up akan merebut hati penonton dewasa. Karena ia bercerita tentang banyak hal yang juga menemukan relasinya dengan penonton yang awalnya mungkin menganggap animasi hanya milik bocah cilik saja.

Up dibuka dengan mengesankan. Selama 12 menit dengan efektif kita diperkenalkan dengan tokoh Carl. Seorang anak dengan keingintahuan luar biasa besar. Ia ingin menjelajahi dunia dengan terbang di angkasa. Ia punya mimpi, namun tak menemukan anak seperti dirinya yang memimpikan hal yang sama. Sampai akhirnya ia bertemu Ellie. Keduanya punya hasrat yang sama dan menyukai banyak hal yang sama. Singkat cerita, mereka menjalin persahabatan, menikah, beranjak tua hingga akhirnya Ellie mendahului Carl.

Skenario dengan cerdik memilin cerita, meringkasnya hingga menjadi enak dinikmati. Setelah opening nan mengesankan itu, masuklah kita ke cerita sesungguhnya. Carl (Edward Asner) punya keinginan mengunjungi Paradise Falls nun jauh di pedalaman Venezuela. Ia ingin bernostalgia dengan Ellie yang mimpinya tak kesampaian mengunjungi tempat tersebut. Semuanya berjalan lancar hingga ketika tak sengaja perjalanannya menjelajahi angkasa mendapat seorang pengunjung tak diinginkan, bocah menggemaskan bernama Russell (Jordan Nagai).

Sisanya adalah bagaimana bocah yang tak diinginkan itu ternyata malah berguna bagi Carl. Juga bagaimana mereka dikejutkan dengan berbagai petualangan mendebarkan dan tak terlupakan bagi keduanya. Mungkin juga bagi penonton. Karena Up adalah sebuah perayaan atas mimpi. Tentang harapan terpendam yang harus diwujudkan. Juga tentang cinta tak terbatas pada pasangan jiwa.

Dan disinilah letak kecanggihan Pixar. Up menjadi bukti betapa ia sudah jauh meninggalkan Disney dan Dreamworks. Up menjelajahi berbagai kemungkinan dan beroleh tepukan meriah dari penonton dewasa. Pete Docter sebagai sutradara yang sebelumnya berpengalaman dengan Monsters Inc, Toy Story dan Wall-E tahu bahwa animasi tak sekedar mengocok perut penonton belia. Ia berambisi menghibur penonton dalam range usia yang berbeda-beda. Ini bukan pekerjaan mudah tentu saja. Maka Up hadir sebagai animasi yang jauh dari kesan konyol. Tak ada guyonan fisik disini. Juga tak ada dramatisasi yang menggelikan semata agar grafik cerita berjalan dinamis. Lenturnya cerita tak bertopang pada itu semua. Tapi boleh percaya boleh tidak, Up bisa menghibur penonton dan mengiris hati pada saat bersamaan. Perpaduan karakter Carl yang uzur, cerewet dan tak mau kalah dengan Russell yang serba ingin tahu, naif namun tangguh membuat Up berjalan dengan mulus di hadapan penonton.

Up akhirnya menjadi ”stepping stone” bagi Pixar untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Setidaknya mereka sudah tahu formula bagaimana bisa menghibur penonton dengan variasi usia. Kini mereka tinggal mencari cerita yang tak formulaik, visioner namun dekat dengan realitas sehingga kembali membuat penonton dewasa yang awalnya alergi pada animasi menjadi jatuh hati setengah mati karenanya.

UP

Director : Pete Docter, Bob Peterson
Cast : Edward Asner, Jordan Nagai, Christopher Plummer
Script Writer : Pete Docter, Bob Peterson

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: