The Dreamers : Perwujudan Mimpi Bernardo Bertolucci

Bernardo Bertolucci punya tempat khusus di hati para moviegoers. Siapa-lah yang bisa mempertanyakan kualitasnya dengan hasil karya sekelas The Last Emperor dan Little Budha. Bertolucci juga terbilang hanya sesekali saja membesut sebuah film. Ketika pilihannya untuk menyutradarai film dengan bersandar pada novel Gilbert Adair berjudul The Holy Innocent mengemuka, maka tentu banyak yang ingin menguji : seberapa sakti kapasitas pencapaian seorang Bertolucci setelah sekian lama hilang dari kancah perfilman internasional ?

The Holy Innocent yang mengusung pemberontakan generasi muda pada musim semi 1968 di Prancis dibalut dengan problematika seputar rintangan antara politik, budaya dan moral yang “tergores” dan didefinisikan ulang, boleh jadi adalah sebuah materi yang dahsyat. Sayangnya, di tangan Bertolucci, walaupun skenario The Dreamers ditulis sendiri oleh Adair, atmosfer itu nyaris tak terasa. Luruh oleh pameran sensualitas yang maha “dahsyat”, tertutup oleh hubungan aneh dua saudara kembar hingga kecintaan terhadap film yang begitu mendalam. Sepintas tak ada yang salah dengan ini, tapi tak sia- sia-kah rasanya novel yang cukup dalam menggali persoalan sosial yang menghinggapi kaum muda masa itu, diterjemahkan secara dangkal oleh Bertolucci ?

The Dreamers akan lebih dikenang sebagai film yang berkutat pada hubungan “aneh” dua saudara kembar, Theo (Louis Garrell) dan Isabelle (Eva Green). Bertolucci “berani” membiarkan hubungan ini diintip oleh penonton, hingga ke persoalan yang paling intim sekalipun. Disini digambarkan Theo dan Isabelle terkadang malah tampak seperti sepasang kekasih. Bertolucci bahkan menegaskan dengan kelakuan mereka berdua yang tidur seranjang, dan ini yang mengagetkan, tanpa busana pula. Wah !

Sampai suatu ketika, di tengah demonstrasi, mereka bertemu dengan Matthew (Michael Pitt). Mungkin mereka memang telah ditakdirkan bertemu, terlebih mereka punya kegilaan yang sama : gemar menonton film (ketiganya bertemu di Cinematheque Francaise). Maka hari – hari mereka kerap dihabiskan dengan mengimitasi gerak laku pemain dalam film – film seperti Queen Christina, Blonde Venus, Band A Part dan Top Hat. Bertolucci pun dengan tangkas memadu padankan cuplikan film lama tersebut dengan adegan yang mengeksplorasi kedekatan ketiganya. Pendekatan yang cukup jenius, karena penonton makin diyakinkan bahwa ketiganya adalah moviegoers sejati.

Lantas, kedekatan mereka juga makin berkembang. Mereka mulai berani memasuki area “permainan pikiran” dan eksplorasi sensualitas. Bertolucci memang tak main – main dengan ini, ia berani memperlihatkan adegan seks eksplisit yang lumayan “brutal”. Matthew yang terjerat kecantikan alami Isabelle, harus menerima kenyataan bahwa ia akan diterima oleh keduanya jika mereka bisa saling terbuka satu sama lain, dalam hal apapun. Padahal Matthew yang dibesarkan di Amerika mungkin tak sebebas Theo yang dengan gampang melorotkan celana dan bertelanjang di depan Matthew. Di wilayah ini, Bertolucci mencoba mengobrolkan benturan budaya. Meski sama – sama dicap negara bebas, kelihatannya Prancis yang diwakili Theo dan Isabelle lebih “terbuka” dibanding Matthew yang mewakili Amerika.

Yang mungkin akan membuat geram kalangan yang bernaung dibawah panji – panji moral dan agama adalah ya, apalagi kalau bukan adegan seksual yang cukup terbuka. Di Amerika saja, The Dreamers dilabeli NC-17 yang membuatnya susah mencapai box office. Jadinya bagaimana mungkin film ini beredar di Indonesia ? Yang paling menghebohkan, mungkin adalah eksploitasi (maaf) alat kelamin Matthew yang digambarkan dengan gamblang. Tentu membuat kekagetan luar biasa, karena sangat jarang ada adegan seperti ini diloloskan di film. Film A Home At The End of the World yang dibintangi Colin Ferrell bahkan harus dibuang adegan “seperti itu-nya” karena diyakini bakal mengagetkan penonton. Penonton wanita mungkin akan tersipu – sipu sementara penonton pria mungkin akan merasa jengah.

Hanya satu yang muncul di kepala usai menonton The Dreamers. Perlukah adegan seks disajikan dalam jumlah se-berlimpah itu ? Anda sendiri yang membuktikannya !

THE DREAMERS

Director : Bernardo Bertolucci
Cast : Michael Pitt, Eva Green, Louis Garrel
Script Writer : Gilbert Adair

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: