Sherlock Holmes : Detektif Yang Tak Percaya Supranatural

Apa persamaan dari sejumlah aktor berikut dengan Robert Downey, Jr? Jeremy Brett, Frank Langella, John Cleese, Rupert Everett, Charlton Heston, Roger Moore, Christopher Plummer dan Jonathan Pryce? Well, semuanya pernah memerankan sosok detektif fiktif yang paling terkenal sejagat, Sherlock Holmes.

Sherlock Holmes memulai debutnya sebagai seorang detektif amatir dalam kisah A Study in Scarlet yang dimuat dalam buletin tahunan Beeton’s Christmas Annual edisi 1887. Disinilah Holmes bertemu dengan Watson untuk pertama kali dengan perantara seseorang bernama Stamford. Holmes digambarkan sebagai seorang eksentrik yang selalu tertarik untuk membuktikan ilmu yang telah ia pelajari sejelas-jelasnya. Maka ia selalu menantang pemikirannya untuk membuktikan bahwa apa yang mungkin dianggap punya kekuatan gaib atau spranatural sesungguhnya bisa dibuktikan secara ilmiah.

Holmes sangat dikenang karena deduksinya yang mengagumkan, dan memang menginspirasi sekian banyak kisah. Tokoh House dan Wilson dari serial TV House juga disinyalir tercetus karena kekaguman pada detektif Inggris itu. Dan pengagum Holmes memang bejibun. Dari anak sekolah hingga sutradara sekaliber Guy Ritchie. Ketika berkesempatan menghadirkan sosok detektif favoritnya itu ke layar lebar, tentu saja Ritchie telah berhitung. Ia mengkalkulasi visinya, juga penerimaan audiens pada kisah yang termasuk usang itu. Dan dibangunlah sosok Holmes yang baru. Ia tak hanya pintar, namun juga pandai berkelahi.

Justru karena keberanian Ritchie memasukkan aksi demi aksi dalam porsi besar yang membuat film ini tak membosankan. Dan ia juga mengemas Sherlock Holmes menjadi super stylish. Dengan editing mengesankan, camera works yang brilian, treatment sound yang menarik dan tentu saja departemen akting yang solid menjadikan film ini sebuah tontonan magnetik. Ia menghibur dan tak perlu meminggirkan kualitasnya.

Dan cerita pun sangat fokus pada kisah Holmes yang harus memecahkan misteri yang melingkupi Lord Blackwood (Mark Strong). Sosok Blackwood dibuat semisterius mungkin, lengkap dengan aura supranatural nan kuat membuat banyak orang takut padanya. Beda dengan Holmes yang bukannya takut, namun justru penasaran. Ia tak percaya Blackwood punya kekuatan magis. Dan ia merasa perlu untuk membuktikannya.

Dengan kisah sesimpel ini, Ritchie bisa fokus pada upaya demi upaya Holmes memecahkan misteri yang terkait dengan Blackwood. Dan tentu saja dengan ilmu deduksinya yang mengagumkan. Ciri itu tak sampai hati dilepas oleh Ritchie. Imbasnya adalah sosok Holmes yang memang terlihat cukup sempurna sebagai seorang laki-laki. Ia cerdik, pandai berkelahi dengan otot nan liat dan ia juga cukup gagah. Rasanya sosok detektif seperti ini bisa dengan gampang membuat perempuan jatuh hati.

Untungnya memang Ritchie menaruh hormat besar pada sosok detektif itu. Ia tak tergelitik untuk membuat romansa berlebihan, ia hanya memercikkan cipratan di dalam film ini. Sekedar sebagai bumbu penyedap dengan takaran yang tepat.

Penafsiran baru Ritchie patut diacungi jempol, meski mungkin banyak juga yang tak suka dengan visinya akan sosok sang detektif legendaris. Namun Ritchie tentu saja harus beradaptasi dengan jaman. Dan pilihannya adalah membangun kembali sosok Sherlock Holmes dengan karakterisasi yang lebih dinamis yang mungkin akan membuat orang kembali tertarik padanya.

SHERLOCK HOLMES

Director : Guy Ritchie
Cast : Robert Downey Jr, Jude Law, Rachel McAdams
Script Writer : Michael Robert Johnson, Anthony Peckham

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: