Julie & Julia : Tantangan 365 Hari

Banyak kaum pria tiba-tiba anteng memirsa acara masak di salah satu TV swasta. Padahal banyak diantara mereka yang sebelumnya ogah, bahkan tak menunjukkan ketertarikan sama sekali. Kuncinya ternyata ada pada satu nama : Farah Quinn. Sosok inilah yang membuat program kuliner di TV kita pun seperti menemukan kesegaran setelah sebelumnya terasa hambar.

Para pria tentu tahu alasan mengapa mereka rela memandangi tabung televisi ketika program Ala Chef ditayangkan. Tapi melihat Farah yang begitu lincah mengaduk adonan dan membuat kegiatan memasak jadi terasa lebih simpel membuat kita mengacungkan jempol padanya.

Tahun 1940-an akhir, televisi Amerika terpana dengan Julia Child. Dengan kekenesannya ia tampil di program masak. Ia bahkan tak hilang akal ketika ia tak berhasil membalik adonan di wajan kecilnya. Kepribadiannya yang hangat membuatnya gampang diterima, dan boleh dibilang Julia lah yang berjasa memperkenalkan masakan Prancis pada masyarakat Amerika.

Sosok Julia Child (yang memang pernah hidup) diolah oleh Nora Ephron dalam film Julie & Julia. Menyadari bahwa kisah hidup Julia (mungkin) kurang dramatis, maka ia menggabungkannya dengan cerita tentang Julie Powell (yang masih hidup sampai sekarang) dengan setting tahun 2002.

Julia adalah sosok perempuan Amerika yang pindah ke Prancis mengikuti tugas sang suami. Sementara Julie adalah wanita pekerja yang tinggal di Queens. Keduanya punya satu kesamaan : mencintai masakan. Sisanya Julie adalah pengagum berat Julia Child. Ujug-ujug menyadari hidupnya kurang bermakna, maka ia menantang dirinya untuk mencoba 524 resep Julia dalam waktu 365 hari.

Dengan problem sesimpel ini, maka Julie & Julia pun terasa lempang-lempang saja. Nyaris tak ada ’ledakan’ di sepanjang film. Memang menarik menyaksikan performa Meryl Streep (sebagai Julia Child) yang seperti biasa mempesona, namun tetap saja film ini tak bisa diselamatkan dari gangguan untuk tak merasa bosan. Terlebih perpaduan kisah Julia dan cerita Julie juga tak mulus membuat film ini juga terasa melompat-lompat. Itu karena susunan cerita yang seperti tak berstruktur yang bisa dengan gampang membuat penonton kebingungan.

Dan ketika film berakhir, ada satu pertanyaan yang hinggap di kepala. Apa sebenarnya yang ingin dibicarakan film itu? Tentang pengidolaan atas sosok Julia Child kah? Tentang memasak sebagai bagian dari hidup kah? Atau tentang upaya Julie Powell memenuhi hasratnya? Dan setelah itu apa? Karena setelah Julie diceritakan berhasil, film pun berakhir. Penonton pun bingung ketika tiba-tiba credit title muncul berkejar-kejaran di layar.

What’s the point, Nora?

JULIE & JULIA

Director : Nora Ephron
Script Writer : Nora Ephron
Cast : Meryl Streep, Amy Adams, Stanley Tucci

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: