Quitting : Susahnya Berhenti Dari Jeratan Narkoba

Sineas masa kini rupanya tak ingin lagi sekedar “membuat” film semata dengan pakem – pakem tertentu yang cenderung statis. Maka lihatlah semakin banyak saja sutradara “nakal” yang lincah mempermainkan alur, editing, “mengobrak – abrik” cerita hingga membingungkan penonton kebanyakan. Tentu, alasannya tak sebatas kejahilan. Inilah sebuah eksplorasi baru yang rasanya lahir dari penguasaan teknis dan feel sinematografi yang baik. Moviegoers sejati tentu akan takjub dengan film – film model The Mirror (Jafar Panahi), Run Lola Run (Tom Tykwer) hingga Amores Perros (Alejandro Gonzalez Inarritu). Tapi makin ke belakang, dalam memirsa sebuah film, penonton seperti ini benar – benar membuka pikiran demi menerima ide – ide baru yang mungkin saja “tertangkap” dalam tontonan yang dipirsanya.

Referensi film – film diatas juga perlu sebelum menikmati Quitting, karya kesekian Zhang Yang setelah sukses dengan Shower dan Spicy Love Soup. Tapi bisa saja Anda yang belum menonton film tersebut, akan menerima Quitting dengan baik pula. Toh ceritanya tidak terlalu njelimet. Hanya saja perlu diacungi jempol pendekatan Zhang Yang dalam mengemasnya. Bayangkan, Quitting adalah sebuah kisah nyata tentang aktor Jia Hongseng ketika terjerat dalam lingkaran setan narkoba. Yang menakjubkan adalah keluarganya yang sangat mendukung dirinya melepaskan diri dari benda laknat itu. Dan support itu ditunjukkan juga keluarga Hongseng ketika terbetik ide mentransformasikan kisah pilu ini ke layer lebar. Dengan sukarela, mereka semua mau terlibat membantu Yang mewujudkan idenya. Tapi bukan Yang namanya kalau tak berpikir brilian. Jika sutradara kebanyakan akan tergoda untuk mendokumentasikan kisah itu kedalam bentuk film dokumenter (toh, semua tokoh nyata bersedia bermain), maka Yang memilih untuk tetap membuat Quitting menjadi feature film. Dan hasilnya, luar biasa ! Nyaris Hongseng seorang yang berasal dari kalangan aktor profesional, tapi jangan ragukan kualitas akting pemain lain, termasuk ayahnya sendiri di film ini.

Maka Quitting membuka “perjalanannya” sejak 1992, terentang panjang hingga 1997. Hongseng yang aktor cukup terkenal di Beijing, tanpa sadar terjerumus dalam narkoba. Makan waktu sangat paaanjaaang baginya untuk berhenti. Ia sempat berhenti menggunakan drugs selama 6 bulan, tapi toh “penyakit lamanya” kambuh lagi. Hingga suatu ketika Hongseng yang telah sering didera halusinasi dan paranoia akibat narkoba, menampar ayahnya. Hasilnya, Hongseng diungsikan ke rehabilitasi demi menjalani perawatan akibat ketergantungannya.

Pedih memang menyaksikan perjuangan Hongseng melepaskan diri. Rasanya menyebalkan juga melihat tampilan pengguna narkoba yang cenderung terlalu selfish dan tak perduli pada keadaan sekeliling. Dan sangat mengharukan melihat dukungan ayah dan ibu Hongseng agar anaknya bisa sembuh. Karena dimainkan oleh semua karakter asli, maka nuansa real benar – benar terwujud mendekati kenyataan. Tapi selagi memirsa film ini dengan serius, Yang membuat kejutan paling berkesan ! Percayalah, Anda yang sudah menonton akan menggeleng – gelengkan kepala akan “aksi” Yang yang benar – benar edan.

Ada benturan nilai – nilai tradisional Cina dan sikap bebas merdeka dari Barat yang ingin ditampilkan juga di film ini. Meski samar, namun bisa jadi penonton yang jeli akan mampu meresapi maknanya. Tapi penonton dari Barat bisa jadi tersinggung, karena berbagai simbol di beberapa adegan menyiratkan bahwa ketergantungan narkoba akibat pengaruh musik rock n roll yang asalnya dari Barat. Paling tidak, juga ditunjukkan dengan kegandrungan Hongseng akan John Lennon (di beberapa adegan diperlihatkan Hongseng berulang – ulang mempuitisasi lirik lagu “Peace, Love & Understanding”). Tapi rasanya tak perlu mempersoalkan itu. Yang perlu dipuji adalah kebesaran hati Hongseng dan keluarganya untuk berbagi cerita secara live. Agar generasi mendatang tak mudah lagi terbujuk dengan narkoba.

QUITTING

Director : Zhang Yang
Cast : Chai Xiuling, Jia Fengsen, Jia Hongshen
Script Writer : Zhang Yang, Huo Xin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: